Portal Pantura, Brebes – Menjelang Ramadan 1447 Hijriah, puluhan tokoh masyarakat dari Brebes bagian utara dan selatan berkumpul dalam forum diskusi di RM Kebon Lumpang, Selasa (17/2/2026). Pertemuan lintas wilayah ini membahas sejumlah isu krusial, mulai dari krisis lingkungan hingga kualitas pelayanan pemerintah daerah.
Forum yang berlangsung informal namun substantif tersebut dihadiri beragam elemen. Mulai dari pegiat LSM, jurnalis, akademisi, pengacara, pelaku usaha, hingga tokoh agama dan pemuda. Meski tanpa protokol resmi, pertemuan ini dinilai strategis karena mempertemukan berbagai kepentingan dalam satu visi: mendorong pembangunan Brebes yang lebih baik.
Desakan Aksi Nyata, Bukan Sekadar Silaturahmi
Azmi Asmuni Majid, tokoh dari wilayah utara, menegaskan forum semacam ini harus menghasilkan output konkret. “Setidaknya ada satu hingga tiga rekomendasi yang bisa diperjuangkan bersama untuk kepentingan publik,” katanya.

Sementara Slamet Riyadi, SH, MH, dari wilayah selatan mengapresiasi kehadiran lintas kelompok tanpa sekat wilayah. “Pertemuan ini tidak direncanakan secara formal, namun bersyukur tokoh-tokoh penting bisa duduk bersama,” ujarnya.
Lingkungan Jadi Sorotan Utama
Handayani Rien, aktivis lingkungan, menyoroti urgensi gerakan penyelamatan ekologi yang membutuhkan dukungan kolektif. “Setiap aksi pelestarian lingkungan harus didukung bersama. Ini bukan urusan satu pihak, melainkan tanggung jawab semua,” tegasnya.
Diskusi juga menyentuh persoalan banjir bandang yang kerap melanda wilayah selatan. Peserta mendesak pencegahan sistematis melalui pengawasan ketat terhadap tata kelola lingkungan dan penegakan hukum bagi pelanggar.
Forum mendorong aparat dan pembuat kebijakan meningkatkan respons terhadap laporan warga, agar potensi bencana dapat dicegah lebih awal.
Kritik terhadap Pola Kepemimpinan

