Hendri Yetus, Dari Aliansi Pemuda Adisana, menyampaikan keprihatinan mendalam atas kondisi yang dialami warga. Ia mendesak pemerintah daerah dan instansi terkait untuk segera turun tangan.
“Ini kondisi darurat. Warga tidak hanya terisolasi secara fisik, tetapi juga kehilangan akses air bersih dan listrik. Kami berharap ada respons cepat, baik penanganan darurat jembatan, suplai air bersih, maupun pemulihan listrik,” tegas Hendri.
Hingga berita ini diturunkan, warga masih bertahan dengan segala keterbatasan. Mereka berharap bantuan segera datang dan pemerintah dapat memberikan solusi cepat agar aktivitas masyarakat kembali berjalan normal. Jembatan Badrun, bagi warga Adisana, bukan sekadar infrastruktur, melainkan urat nadi kehidupan yang kini terputus.***
