TERBARU
Memuat berita terbaru...
IKLAN
News

Kades Mulyoharjo Tegal Abdul Basir Merasa Lega Harapan Petani Kembali Tumbuh

×

Kades Mulyoharjo Tegal Abdul Basir Merasa Lega Harapan Petani Kembali Tumbuh

Sebarkan artikel ini
IKLAN
Ukuran teks

Portalpantura.com, Tegal – Kepala Desa (Kades) Mulyoharjo Pagerbarang, Tegal Abdul Basir, mengaku merasa lega.

Hak ini dikarenakan setelah adanya tim dari PSDA DPU Kabupaten Tegal hadir meninjau langsung kondisi Irigasi desa yang mengalami kerusakan dan tidak berfungsi maksimal mengairi sawah warga.

Desa Mulyoharjo yang berada di wilayah Kecamatan Pagerbarang dan mayoritas penduduknya berprofesi sebagai petani.

iklan

Maka, keberadaan saluran irigasi sangat vital sebagai penopang utama aktivitas pertanian di desa tersebut.

Namun, seiring waktu, kondisi saluran irigasi  bersumber dari aliran Sungai Krupak itu mengalami kerusakan cukup parah.

Akibatnya, lebih dari 150 hektare sawah kesulitan mendapatkan suplai air secara optimal.

“Saluran ini rusak sejak lama. Kami sudah bersurat ke Bupati dan tembusan ke Dinas hingga Provinsi, tapi sampai sekarang belum ada tindak lanjut,”tegas Abdul Basir, Senin (5/4/2025).

Ia berharap kunjungan tim PSDA kali ini bisa menjadi titik terang bagi warga para petani.

Senada dengan Basir, Agus, perwakilan petani, membenarkan bahwa irigasi tersebut sudah lama rusak dan belum pernah diperbaiki secara menyeluruh oleh Pemerintah Kabupaten Tegal.

Sementara itu, Wardoyo dari Kelompok Pengelola Wilayah Pemali menyebutkan bahwa akibat lambannya perbaikan ini disebabkan oleh keterbatasan anggaran.

“Kami baru bisa mengerjakan jika ada  anggaran tersedia. Untuk sementara, akan ada perbaikan ringan, sedangkan saluran yang longsor akan menunggu usulan resmi dari Kepala Desa,” jelas Wardoyo.

Dikatakan Kepala Desa Mulyoharjo, Tak hanya mengganggu irigasi kerusakan ini juga berdampak serius pada lingkungan sekitar.

Basir menjelaskan bahwa longsornya saluran irigasi yang melintasi Sungai Krupak menyebabkan sungai kerap meluap ke pemukiman warga apalagi saat musim hujan.

Arus deras juga menggerus bantaran sungai, merobohkan pondasi talang air dari Sekunder Sawitali.

“Pondasi ambrol setinggi enam meter di bawah talang dan empat meter di dekat jembatan jalan raya, sekitar 80 meter ke utara. Ini sangat membahayakan,” lanjut Basir.

Menyikapi kondisi ini, Supriyanto dari DPU Kabupaten Tegal menyatakan akan segera melaporkan kerusakan tersebut langkah perbaikan segera dilakukan.***

 

Cahyo

Terbaru dari Cahyo