“Saya cukup kaget mendengar isu yang beredar. Kami bekerja sesuai mandat yayasan,” ujar Bagus.
Ia membantah adanya praktik jual beli titik dapur MBG. Menurutnya, di sejumlah daerah lain tempat yayasan beroperasi, tidak pernah muncul persoalan serupa. Bagus juga mengungkapkan bahwa Turnya dinilai kurang aktif dalam menjalankan roda organisasi, sehingga koordinasi di tingkat pengurus menjadi tidak optimal.
“Kami sering merasa berjalan sendiri, seperti anak ayam kehilangan induknya,” ungkapnya.
Yayasan Hans Satya Dharma sendiri tercatat telah mengelola puluhan dapur MBG di berbagai wilayah Jawa Tengah. Di Kabupaten Brebes terdapat 12 titik dapur, sementara di Kabupaten Tegal ada lima titik. Selain itu, dapur MBG yayasan juga tersebar di Wonosobo, Banjarnegara, Sukoharjo, dan Kebumen.
Handono menegaskan, konflik internal ini tidak akan mengganggu keberlanjutan program Makan Bergizi Gratis. Yayasan HSD berkomitmen tetap fokus pada tujuan awal pendiriannya, yakni membantu pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat, khususnya kelompok rentan.
“Kami akan membenahi tata kelola dan memastikan program tetap berjalan untuk masyarakat,” pungkasnya.***
Seorang nelayan wanita sedang menjemur ikan di kawasan pesisir Kabupaten Brebes untuk menjaga kualitas dan nilai jual hasil tangkapan. (Foto: Humas Dinkominfotik Brebes)
" data-large-file="https://www.portalpantura.com/wp-content/uploads/2026/11/Nelayan-Wanita-Menjemur-Ikan.jpg" />
