Portal Pantura, Brebes – Pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-127 oleh Kodim 0713/Brebes menitikberatkan pada kualitas hasil pembangunan fisik. Salah satu proyek yang menjadi perhatian utama adalah pengerjaan rabat beton di Desa Cikuya, yang ditargetkan mampu menunjang mobilitas warga dalam jangka panjang.
Pengawasan teknis di lapangan dipimpin langsung oleh Kepala Tim Teknisi TMMD, Peltu Maulana. Ia memastikan setiap tahapan pekerjaan berjalan sesuai standar konstruksi yang telah ditentukan. Mulai dari komposisi material, ketebalan rabat, hingga proses finishing menjadi fokus pengawasan.
Menurut Peltu Maulana, kualitas bangunan merupakan aspek krusial dalam setiap program TMMD. Ia menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur desa tidak boleh dikerjakan secara asal, melainkan harus memenuhi spesifikasi teknis agar tahan lama dan aman digunakan masyarakat.
“Kami ingin hasilnya benar-benar kuat dan bertahan lama. Setiap campuran semen, susunan material, dan proses perataan harus diperhatikan secara detail. Ini bukan sekadar proyek, tetapi bentuk tanggung jawab kepada masyarakat,” ujarnya saat ditemui di lokasi pengerjaan, Sabtu (21/2/2026).
Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) merupakan kolaborasi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mempercepat pembangunan di wilayah pedesaan. Pada pelaksanaan ke-127 ini, Kodim 0713/Brebes mengerjakan sejumlah sasaran fisik, termasuk pembangunan jalan rabat beton yang menghubungkan akses antarwilayah di Desa Cikuya.
Rabat beton tersebut diharapkan dapat memperlancar distribusi hasil pertanian serta memudahkan aktivitas warga sehari-hari. Sebelumnya, kondisi jalan yang belum memadai kerap menjadi kendala, terutama saat musim hujan ketika akses menjadi licin dan sulit dilalui kendaraan.
Di lapangan, Peltu Maulana tidak hanya mengawasi, tetapi juga memberikan arahan teknis kepada anggota Satgas TMMD dan warga yang terlibat dalam pengerjaan. Ia memastikan takaran campuran material sesuai standar serta proses pemadatan dilakukan secara optimal.
Pendekatan yang diterapkan pun bersifat persuasif namun tegas. Warga dilibatkan aktif dalam proses pembangunan, sehingga tercipta kerja sama yang solid antara personel TNI dan masyarakat. Sinergi tersebut dinilai menjadi salah satu kunci keberhasilan pelaksanaan TMMD di wilayah tersebut.
Sejumlah warga mengaku termotivasi dengan kehadiran tim teknis yang rutin memantau pekerjaan. Mereka merasa lebih percaya diri dalam bekerja karena mendapat arahan langsung terkait teknik konstruksi yang benar.
Pengawasan melekat ini dilakukan untuk meminimalkan risiko kerusakan dini pada bangunan. Dengan mutu rabat beton yang terjaga, manfaat infrastruktur diharapkan dapat dirasakan dalam jangka waktu lama tanpa perlu perbaikan berulang.

