Portal Pantura, Brebes – Harapan kembali tumbuh di kalangan petani Desa Adisana, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, (Jum’at 3/4/2026) setelah lahan persawahan yang sempat terdampak banjir bandang kini mulai pulih dan siap ditanami kembali.
Sebelumnya, bencana banjir bandang yang melanda wilayah tersebut mengakibatkan lumpuhnya aktivitas pertanian warga. Material seperti pasir, kerikil, hingga puing yang terbawa arus sungai menutupi area persawahan, sehingga lahan tidak dapat diolah dalam waktu tertentu.
Namun, kondisi tersebut kini berangsur membaik. Pemulihan lahan pertanian dilakukan melalui kerja sama lintas sektor yang melibatkan Satuan Tugas (Satgas) Penanggulangan Bencana, Pemerintah Desa Adisana, serta dukungan dari pihak ketiga.
Proses pembersihan dilakukan secara bertahap selama beberapa minggu. Material yang menutup lahan diangkut menggunakan alat berat yang didatangkan oleh pihak ketiga. Selain itu, masyarakat setempat juga turut dilibatkan dalam kegiatan gotong royong untuk mempercepat proses pemulihan.
Tidak hanya fokus pada pembersihan, perbaikan sistem drainase juga menjadi prioritas utama. Hal ini dilakukan untuk memastikan aliran air dapat berjalan lancar serta meminimalisasi risiko genangan yang berpotensi terjadi di masa mendatang.
Kepala Desa Adisana, Ahmad Yani, menyampaikan bahwa keberhasilan pemulihan lahan tidak terlepas dari sinergi berbagai pihak.
“Alhamdulillah, berkat kerja sama semua pihak, lahan sawah yang sebelumnya tertutup material kini sudah bisa dimanfaatkan kembali oleh petani,” ujarnya.
Ia menambahkan, pemerintah desa akan terus melakukan pemantauan terhadap kondisi lahan serta memberikan pendampingan kepada petani agar proses tanam dapat berjalan optimal.
Sementara itu, Ketua Satgas Penanggulangan Bencana Desa Adisana, Masrukhan, mengungkapkan bahwa tim di lapangan terus bekerja tanpa mengenal lelah sejak awal bencana terjadi hingga proses pemulihan saat ini.
“Upaya yang dilakukan tim hingga kini tidak mengenal lelah. Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu, baik tenaga, alat, maupun dukungan lainnya,” katanya.
Di sisi lain, para petani menyambut baik kembalinya fungsi lahan pertanian tersebut. Salah satu petani, Masro’i, mengaku bersyukur karena sawah yang sebelumnya tidak dapat digarap kini sudah kembali normal.
“Kami sangat senang. Sekarang sawah sudah bisa digarap lagi. Ini sangat membantu kami untuk kembali beraktivitas seperti biasa,” ungkapnya.
Hal senada disampaikan Solihin, petani lainnya, yang berharap kondisi lahan dapat terus terjaga sehingga hasil panen ke depan bisa kembali maksimal.
Pemulihan ini berdampak langsung pada puluhan hektare lahan sawah di Desa Adisana. Dengan kondisi lahan yang kembali produktif, para petani mulai bersiap memasuki masa tanam padi serta komoditas lainnya yang sempat tertunda akibat bencana.
Lebih dari sekadar pemulihan, langkah ini juga menjadi bagian dari upaya mitigasi bencana ke depan. Pemerintah desa bersama pihak terkait berencana melakukan penguatan tanggul, penataan aliran sungai, serta peningkatan pengelolaan lingkungan untuk mengurangi risiko bencana serupa.
Dengan kembalinya fungsi lahan pertanian, roda perekonomian masyarakat Desa Adisana diharapkan kembali bergerak. Para petani pun optimistis dapat mengejar musim tanam dan memulihkan hasil produksi yang sempat terhenti.***

