Sugiyono mengingatkan bahwa 22 Oktober ditetapkan sebagai Hari Santri Nasional untuk mengenang Resolusi Jihad KH. Hasyim Asy’ari tahun 1945, yang melahirkan peristiwa heroik 10 November, Hari Pahlawan.
“Semangat jihad santri harus terus hidup! Hari ini, jihad kita adalah dengan ilmu, akhlak, dan karya nyata.
Santri Muhajirin harus jadi pembawa cahaya Islam rahmatan lil ‘alamin!” tambahnya berapi-api.
Dibawah tema nasional “Mengawal Indonesia Merdeka, Menuju Peradaban Dunia,” ribuan cahaya obor malam itu seakan menyala sebagai simbol kobaran semangat santri untuk bangsa dan agama.
Malam Pegirikan pun tak hanya terang oleh obor tapi juga oleh semangat juang para santri Muhajirin.***
Tim Redaksi


