Portal Pantura, Brebes – Seorang pria dilaporkan meninggal dunia setelah tertabrak kereta api di wilayah Desa Kalijurang, Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes, Selasa (7/4/2026) sore. Peristiwa nahas tersebut terjadi di jalur rel KM 310+9, lintas antara Bumiayu–Linggapura.
Korban diketahui bernama Hariri (53), warga Dukuh Karanganyar RT.001 RW.005, Desa Kalijurang, yang sehari-hari bekerja sebagai petani. Berdasarkan laporan kepolisian, insiden terjadi sekitar pukul 16.50 WIB saat kereta api Kamandaka melintas dari arah selatan menuju utara.
Kereta api dengan nomor perjalanan 195 tersebut melayani rute Cilacap–Semarang. Saat kejadian, kereta dikemudikan oleh masinis bernama Puguh, didampingi asisten masinis Kusnenda, dengan lokomotif CC 201 77 19.
Menurut keterangan saksi di lokasi, korban saat itu berjalan di atas rel bersama istrinya. Posisi korban membelakangi arah datangnya kereta api sehingga tidak menyadari adanya kereta yang melaju dari belakang.
Masinis diketahui telah membunyikan semboyan peringatan atau klakson (Semboyan 35) sebagai tanda bahaya. Namun, diduga karena jarak yang sudah terlalu dekat, korban tidak sempat menghindar hingga akhirnya tertabrak kereta.
“Masinis sudah memberikan peringatan, tetapi korban tidak merespons. Diduga korban tidak menyadari kedatangan kereta karena berjalan membelakangi arah laju,” ujar salah satu sumber di lapangan.
Akibat benturan tersebut, korban mengalami luka berat dan dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian. Hasil pemeriksaan awal oleh tim medis menunjukkan adanya luka terbuka di bagian kepala, serta patah tulang leher dan rahang.
Perwakilan tenaga kesehatan dari Puskesmas Tonjong, Bidan Widi Astuti, menjelaskan kondisi korban mengalami luka berat akibat benturan dengan kereta. Luka paling parah terlihat di bagian kepala.
“Korban mengalami cedera serius akibat benturan keras. Jenazah kemudian langsung kami rujuk ke RSUD Bumiayu untuk penanganan lebih lanjut,” jelasnya.
Petugas dari Polsek Tonjong bersama tim medis dan petugas perkeretaapian segera menuju lokasi setelah menerima laporan. Proses evakuasi dilakukan dengan cepat, kemudian jenazah korban dibawa ke RSUD Bumiayu untuk penanganan lebih lanjut.

Kepala Desa Kalijurang, Edi Riyanto, membenarkan peristiwa tersebut. Ia menyebut korban merupakan warga setempat yang dikenal beraktivitas di sekitar area rel.
Sementara itu, pihak kepolisian telah melakukan serangkaian tindakan, mulai dari olah tempat kejadian perkara (TKP), pencatatan keterangan saksi, hingga koordinasi dengan pihak PT Kereta Api Indonesia melalui Stasiun Linggapura.
Kapolsek Tonjong, IPTU Yazid Asmungi, menyampaikan bahwa situasi di lokasi kejadian berlangsung aman dan kondusif selama proses penanganan.
“Kami telah melakukan penanganan sesuai prosedur, termasuk evakuasi korban dan pemeriksaan saksi-saksi. Selanjutnya, kami juga berkoordinasi dengan pihak terkait untuk penanganan lebih lanjut,” jelasnya.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih berhati-hati dan tidak beraktivitas di jalur rel kereta api. Selain berbahaya, rel merupakan area terbatas yang hanya diperuntukkan bagi operasional kereta api.
Pihak kepolisian juga mengimbau warga agar selalu memperhatikan keselamatan diri, terutama saat berada di sekitar jalur kereta api, guna menghindari kejadian serupa di kemudian hari.***

