Bima Arya menegaskan peran alumni wali kota masih sangat dibutuhkan. “Jabatan boleh selesai, tapi semangat pengabdian tak boleh padam. Kita harus terus bergerak.”
Usulan lainnya pun mencuat seperti program televisi yang menampilkan para wali kota senior sebagai sumber inspirasi publik, tempat berbagi cerita tentang membangun kota dengan hati dan strategi.
Temu alumni ini bukan akhir sebuah perjalanan. Justru, pertemuan ini akan menjadi titik tolak baru para mantan wali kota bukan “mantan” dalam makna sebenarnya.
Mereka adalah penjaga nilai, pelanjut misi, dan sumber kebijaksanaan bagi generasi berikutnya.
Karena bagi mereka yang mencintai kota dengan sepenuh hati, “wali kota” bukan sekadar jabatan, tetapi identitas yang melekat seumur hidup.***
Tim Redaksi
