Portal Pantura, Brebes – Desa Bumiayu, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, menunjukkan komitmennya dalam memperkuat kemandirian pangan. Melalui Musyawarah Desa (Musdes) yang digelar pada Kamis, 31 Juli 2025, pemerintah desa bersama seluruh elemen masyarakat merumuskan strategi dan program ketahanan pangan untuk tahun 2026. Acara yang berlangsung di Aula Balaidesa Bumiayu yang baru selesai dibangun ini menjadi momentum penting untuk menyatukan visi dan langkah dalam menghadapi tantangan pangan di masa depan.
Musdes kali ini memiliki agenda yang padat, mencakup sosialisasi dan pembentukan tim penyusun Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) 2026, pembahasan spesifik tentang program ketahanan pangan, serta Musdes Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) 2025. Kehadiran berbagai pemangku kepentingan, mulai dari Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Bumiayu, Ahmad Rofi, beserta jajaran pendamping desa, perangkat desa, ketua RT/RW, tokoh masyarakat, hingga Babinsa dan Bhabinkamtibmas, menunjukkan keseriusan semua pihak dalam menyukseskan program ini.
Anggaran 20% Dana Desa untuk Ketahanan Pangan
Isu ketahanan pangan menjadi sorotan utama dalam pertemuan ini. Menanggapi arahan pemerintah pusat, Desa Bumiayu mengalokasikan minimal 20% dari dana desa untuk mendukung program ketahanan pangan. Alokasi anggaran ini difokuskan untuk mengoptimalkan sektor pertanian dan peternakan yang menjadi potensi utama desa. Berbagai program diusulkan untuk meningkatkan produktivitas, baik dari sisi hulu maupun hilir.
Di sektor pertanian, misalnya, pembahasan mencakup modernisasi alat tanam, penggunaan pupuk organik, hingga pelatihan teknik budidaya yang lebih efektif. Sementara di sektor peternakan, fokusnya adalah pada pengembangan bibit unggul, manajemen kesehatan hewan, dan promosi produk olahan lokal.
Kepala Desa Bumiayu, Serka (Purn) Sukaro, dalam sambutannya menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah desa dan masyarakat.
“Alokasi 20% dana desa ini adalah bukti komitmen kita untuk membangun ketahanan pangan dari tingkat paling dasar. Melalui musyawarah ini, kita dapat menyusun program yang sesuai dengan kebutuhan riil masyarakat dan memastikan setiap rupiah anggaran digunakan secara efektif,” ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh warga untuk berperan aktif dalam setiap tahapan, mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan.
Peran BPD dan BUMDes dalam Mendorong Pembangunan
Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Bumiayu, Ahmad Alfajari, menambahkan, BPD akan memastikan setiap aspirasi masyarakat terakomodasi dengan baik. “Kami berkomitmen untuk mengawal proses perencanaan dan penganggaran agar transparan dan sesuai dengan peraturan yang berlaku,” tuturnya.
Ia berharap, program ketahanan pangan yang dirumuskan tidak hanya sekadar wacana, tetapi benar-benar membawa dampak positif bagi kesejahteraan warga desa.
Tidak hanya dari sisi pemerintahan, sektor ekonomi juga turut berperan. Ketua Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Bumiayu, Agus Saeful, menyampaikan kesiapannya untuk mendukung program ketahanan pangan.
“BUMDes siap menjadi mitra strategis dalam memasarkan produk-produk pertanian dan peternakan lokal. Kami akan membantu petani dan peternak untuk meningkatkan nilai tambah produk mereka sehingga dapat bersaing di pasar yang lebih luas,” jelas Agus.
Ini menunjukkan adanya sinergi yang kuat antara pemerintah desa, BPD, dan BUMDes dalam satu visi.
Masa Depan Desa Bumiayu yang Mandiri
Musdes ini tidak hanya membahas program jangka pendek, tetapi juga meletakkan dasar untuk pembangunan jangka panjang. Pembentukan tim penyusun RKPDes 2026 menjadi langkah awal yang strategis. Tim ini akan bertugas merumuskan rencana kerja desa yang lebih detail dan terukur, dengan mempertimbangkan masukan dari berbagai pihak. Fokus pada ketahanan pangan dalam RKPDes 2026 diharapkan mampu menciptakan ekosistem pertanian dan peternakan yang berkelanjutan, menciptakan lapangan kerja baru, dan meningkatkan pendapatan asli desa.
Melalui Musdes ini, Desa Bumiayu menunjukkan bahwa pembangunan yang partisipatif adalah kunci. Dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan, desa ini tidak hanya merumuskan program, tetapi juga membangun rasa kepemilikan dan tanggung jawab bersama. Sinergi antara pemerintah desa, BPD, BUMDes, dan masyarakat menjadi modal utama untuk mewujudkan Desa Bumiayu yang mandiri, sejahtera, dan tangguh dalam menghadapi berbagai tantangan, terutama dalam hal ketahanan pangan. Ini adalah langkah nyata menuju masa depan yang lebih cerah bagi seluruh warga Bumiayu.***
Tim Redaksi


