“Kami sudah melakukan berbagai cara pendekatan, mulai komunikasi sosial dengan masyarakat, memasang papan larangan, hingga berkoordinasi dengan pemerintah daerah.
Tapi ada yang paling penting adalah bagaimana membangun pemahaman kolektif,
Bahwa menjaga hutan bukan hanya tanggung jawab kami, tetapi juga tanggung jawab bersama,” ujarnya.
Langkah-langkah konkret seperti patroli gabungan bersama TNI, Polri dan unsur lainnya menjadi satu bentuk sinergi nyata.
Perhutani bergandengan tangan dengan Forkompincam Bumijawa yang terdiri dari Polsek, Koramil, dan Pemerintah Kecamatan.
Sebelumnya, pada Rabu (14/5), telah juga dilakukan rapat maraton untuk menyamakan langkah dan strategi.
Sejak beberapa tahun terakhir Perhutani telah menutup akses garapan, memulai upaya rehabilitasi di kawasan hutan lindung.
Penyulaman kembali pohon-pohon yang mati, pengawasan intensif, patroli rutin dilakukan untuk menjaga hutan tetap utuh.
Namun konflik kepentingan pun terus membayangi. Di satu sisi, ada urgensi pelestarian lingkungan. Di sisi lain, ada kebutuhan ekonomi warga yang sangat menggantungkan hidup pada tanah.
Triyono menekankan pentingnya suatu pendekatan persuasif. “Kami Perhutani tidak hanya menindak. tetapi kami juga membina.
Tim Redaksi
