Portal Pantura, Brebes – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-127 yang digelar Kodim 0713/Brebes tak hanya menyasar pembangunan fisik. Di Desa Cikuya, Kecamatan Banjarharjo, kegiatan nonfisik berupa penyuluhan kearsipan digelar untuk memperkuat tata kelola administrasi pemerintahan desa, Kamis (26/2/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Balai Desa Cikuya ini menghadirkan narasumber dari Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Brebes. Materi yang disampaikan menitikberatkan pada pentingnya pengelolaan arsip secara sistematis, aman, dan berkelanjutan sebagai fondasi pelayanan publik yang akuntabel.
Penyuluhan tersebut diikuti perangkat desa dengan antusias. Mereka mendapatkan pemahaman teknis mengenai klasifikasi arsip, penyimpanan dokumen, hingga langkah penyelamatan arsip yang mulai rusak. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen TMMD dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di desa, selain pembangunan infrastruktur.
Narasumber dari Dinarpus Brebes, Papang Yudi P., menegaskan bahwa arsip memiliki fungsi strategis dalam penyelenggaraan pemerintahan desa. Menurutnya, arsip bukan sekadar dokumen lama yang disimpan, melainkan bukti hukum dan sumber data penting bagi masyarakat.
“Arsip adalah rekam jejak administrasi dan alat bukti sah yang menjamin hak keperdataan warga. Jika tidak dikelola dengan baik, potensi kehilangan data sangat besar dan itu bisa merugikan masyarakat,” ujarnya dalam sesi pemaparan.
Ia juga menjelaskan bahwa tantangan utama di tingkat desa umumnya terletak pada keterbatasan ruang penyimpanan, minimnya pemahaman teknis, serta belum adanya sistem pengarsipan baku. Karena itu, pendampingan dan edukasi berkelanjutan menjadi kebutuhan mendesak agar tata kelola administrasi desa semakin tertib.
Kepala Desa Cikuya, Sekod, menyambut baik inisiatif tersebut. Ia mengakui pembenahan arsip desa selama ini menjadi pekerjaan rumah yang belum sepenuhnya tertangani secara maksimal.
“Kami menyadari masih ada dokumen yang belum tertata rapi. Melalui kegiatan ini, perangkat desa mendapat wawasan baru sekaligus motivasi untuk membenahi sistem administrasi agar lebih profesional,” katanya.
Menurut Sekod, arsip desa mencakup berbagai dokumen vital, mulai dari data kependudukan, surat keputusan, hingga dokumen pertanahan dan pembangunan. Seluruhnya membutuhkan sistem penyimpanan yang jelas agar mudah diakses saat dibutuhkan.
Sementara itu, Babinsa Koramil 14/Banjarharjo, Serka Sagiman, menegaskan bahwa keterlibatan TNI dalam kegiatan nonfisik TMMD merupakan bagian dari upaya membangun kesadaran kolektif masyarakat, termasuk dalam hal administrasi pemerintahan.
“TMMD bukan hanya membangun jalan atau sarana fisik lainnya, tetapi juga membangun kapasitas dan pengetahuan masyarakat. Tertib arsip adalah bagian dari pelayanan publik yang baik,” tegasnya.
Ia berharap setelah program TMMD selesai, dampaknya tidak hanya terlihat dari hasil pembangunan infrastruktur, tetapi juga dari meningkatnya kualitas tata kelola pemerintahan desa.
Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan, terutama terkait cara menangani dokumen yang mulai rapuh akibat usia dan penyimpanan yang kurang tepat. Narasumber memberikan sejumlah solusi praktis, mulai dari penggunaan map arsip tahan lembap hingga digitalisasi bertahap untuk dokumen penting.
Melalui penyuluhan ini, Desa Cikuya diharapkan mampu menjadi contoh penerapan administrasi desa yang lebih tertib di wilayah Kecamatan Banjarharjo. Pembenahan arsip dinilai sebagai langkah strategis untuk mewujudkan transparansi, akuntabilitas, dan perlindungan hak masyarakat dalam jangka panjang.
Program TMMD Reguler ke-127 pun kembali menegaskan perannya sebagai motor penggerak pembangunan terpadu—menggabungkan pembangunan fisik dan penguatan kapasitas aparatur desa demi terciptanya tata kelola pemerintahan yang lebih baik.***

