Portal Pantura, Brebes – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-127 yang digelar Kodim 0713/Brebes terus menunjukkan progres signifikan di Desa Cikuya, Kecamatan Banjarharjo, Kabupaten Brebes. Di tengah kondisi geografis yang sulit dan cuaca yang tidak menentu, prajurit TNI tetap bekerja tanpa kenal lelah demi membuka akses infrastruktur bagi warga desa yang selama ini terisolasi.
Kegiatan fisik yang menjadi fokus utama dalam program TMMD kali ini adalah pembangunan akses jalan di wilayah perbukitan dan kawasan hutan Desa Cikuya. Medan yang terjal, licin saat hujan, serta sulitnya distribusi material menjadi tantangan harian yang harus dihadapi Satgas TMMD.
Setiap hari, personel TNI harus mengangkut material secara manual melewati tanjakan curam. Perubahan cuaca yang ekstrem, dari terik matahari ke hujan deras dalam waktu singkat, turut memperberat pekerjaan. Namun kondisi tersebut tidak menyurutkan semangat prajurit di lapangan.
Kepala Tukang Satgas TMMD, Peltu Maulana, menegaskan bahwa tugas yang dijalankan bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan bagian dari pengabdian kepada masyarakat. Ia menyebut, pembukaan akses jalan ini diharapkan menjadi solusi jangka panjang bagi persoalan keterisolasian Desa Cikuya.
“Kami sadar medan yang dihadapi cukup berat. Namun ini adalah bentuk tanggung jawab kami untuk membantu masyarakat. Jalan ini nantinya akan mempermudah mobilitas warga, termasuk untuk kegiatan ekonomi, pendidikan, dan layanan kesehatan,” ujarnya saat ditemui di lokasi pekerjaan, Kamis (26/02/2026).
Menurutnya, keberadaan infrastruktur jalan yang layak akan memangkas waktu tempuh warga menuju pusat kecamatan maupun fasilitas umum lainnya. Selama ini, akses yang terbatas membuat distribusi hasil pertanian terhambat dan biaya transportasi menjadi lebih tinggi.
Program TMMD sendiri merupakan wujud sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mempercepat pembangunan di wilayah pedesaan. Kehadiran Satgas TMMD di Desa Cikuya tidak hanya fokus pada pekerjaan fisik, tetapi juga membangun kedekatan sosial dengan warga setempat.
Para prajurit tinggal sementara di lokasi desa, berbaur dengan masyarakat, serta terlibat dalam berbagai aktivitas kemasyarakatan. Kebersamaan tersebut memperkuat nilai kemanunggalan TNI dan rakyat yang menjadi semangat utama dalam program TMMD.
Di sisi lain, warga Desa Cikuya menyambut positif pembangunan yang sedang berlangsung. Mereka turut bergotong royong membantu proses pengerjaan sesuai kemampuan masing-masing. Partisipasi aktif masyarakat menjadi faktor penting dalam mempercepat penyelesaian proyek.
Pembukaan akses jalan ini diyakini akan membawa dampak ekonomi yang signifikan. Hasil bumi seperti pertanian dan perkebunan dapat lebih mudah dipasarkan ke wilayah yang lebih luas. Selain itu, anak-anak desa juga diharapkan memiliki akses pendidikan yang lebih baik karena jalur transportasi menjadi lebih aman dan layak dilalui.

