Portal Pantura – Saat embun pagi masih menggantung di dedaunan dan udara tipis mulai terasa menusuk kulit tubuh hingga ke tulang sum-sum.
Para pendaki berbagai latar belakang bersatu dalam satu tujuan mengibarkan Bendera Merah Putih di puncak tertinggi Jawa Tengah Gunung Slamet.
Mereka bukan sekadar hanya untuk mendaki. Mereka sedang memperingati, dan sekaligus menghidupkan semangat kemerdekaan di ketinggian 3.428 meter di atas permukaan laut.
Tepat, Minggu, 17 Agustus 2025, dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia,
Perhutani KPH Pekalongan Barat bersama Komunitas Pecinta Alam Pekandangan (Kompak) menggelar upacara pengibaran bendera di puncak Gunung Slamet.
Kegiatan Perhutani KPH Pekalongan Barat ini tidak hanya menjadi simbol cinta tanah air, tetapi juga perwujudan nyata sinergi antara pecinta alam, pelajar, mahasiswa, dan pengelola hutan.
Pendakian dimulai dari jalur Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Guci, BKPH Bumijawa, wilayah dikelola Perhutani KPH Pekalongan Barat.
Medan curam dan suhu yang menusuk tulang tidak menyurutkan semangat peserta. Justru, dalam keheningan alam, tumbuh rasa kebersamaan, cinta akan tanah air yang tidak bisa dilukiskan dengan kata-kata.
“Kami merasa bangga bisa ikut serta. Ini bukan sekadar pendakian biasa, tapi cara kami mengisi kemerdekaan ke 80 dengan sesuatu bermakna,” terang satu mahasiswa dari Tegal.
Saat sang Merah Putih perlahan naik diiringi lagu kebangsaan yang dinyanyikan lirih di tengah angin kencang, suasana menjadi syahdu.
Tim Redaksi
