Ia menambahkan bahwa usulan pembangunan harus selaras dengan kewenangan pemerintah kabupaten dan kebijakan OPD terkait.
Fokus utama diarahkan pada proyek berdampak luas untuk mendukung visi nasional Indonesia Emas 2045.
“Perjalanan menuju negara maju tidak bisa dilakukan dengan langkah kecil. Musrenbang ini adalah momen penting dalam menyusun pembangunan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan tujuan nasional,” tegasnya.
Anggota DPRD Kabupaten Brebes, Sudono, S.H., menegaskan bahwa Musrenbang berperan penting dalam memastikan pembangunan yang sistematis dan terukur.
“Anggaran yang telah disahkan dalam APBD mencapai Rp3,8 triliun, meskipun ada penyesuaian akibat rasionalisasi. Kami tetap berkomitmen memastikan pembangunan prioritas tetap berjalan,” ujarnya.
Sudono menekankan bahwa dalam perencanaan tahun 2026, pembangunan infrastruktur jalan dan ketahanan pangan menjadi prioritas dengan alokasi 20% dari anggaran.
Fokus ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat, memperlancar aksesibilitas, dan memperkuat ekonomi lokal.
Dengan kolaborasi antara pemerintah daerah, DPRD, dan masyarakat, pembangunan di Kecamatan Bantarkawung diharapkan berjalan lebih efektif dan selaras dengan visi daerah serta nasional.
Musrenbang kali ini menjadi pijakan menuju pembangunan yang lebih baik di masa depan.***
Tim Redaksi


