“Akses ini akan memangkas waktu tempuh ke pasar Tonjong,” jelasnya. Kedua, penguatan tebing Karang Jati yang rawan longsor.
Ketiga, pembangunan jalan penghubung Dukuh Timbang dan Dukuh Mingkrik untuk memudahkan akses warga.
Usulan keempat adalah pembangunan jembatan di perbatasan Karang Pucung dan Kemiri Boled.
Terakhir, mengusulkan pelatihan (diklat) kewirausahaan bagi pelaku UMKM untuk meningkatkan kapasitas produksi dan pemasaran.
“Rencananya, ini akan kami bawa ke Musrenbang Kecamatan pekan depan,” tambah Waryono.
Musrenbangdes kali ini dihadiri oleh 34 peserta, termasuk perwakilan perempuan dan tokoh masyarakat.
Usulan dari Musrenbangdes akan dikompilasi dalam dokumen Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) 2026.
Setelah dibahas di Musrenbang Kecamatan, prioritas pembangunan akan dibawa ke Musrenbang kabupaten.
Kepala Desa Samsudin memastikan transparansi proses hingga tahap eksekusi.
Tim Redaksi

