Portal Pantura, Brebes – Pasar Induk Bumiayu kini dalam kondisi memprihatinkan. Fasilitas pasar yang rusak parah membuat ratusan pedagang memilih hengkang.
Dalam beberaoa tahun terakhir, jumlah pedagang menyusut drastis. Dari 600 pedagang, kini tersisa 400 orang saja. Artinya, ada penurunan sekitar 30 persen.
Kerusakan Merata di Empat Baris Kios
Muhammad Nurofik, Kepala Pasar Induk Bumiayu, mengungkapkan kerusakan terjadi hampir di seluruh area. Empat lin atau baris kios sepanjang 100 meter mengalami kerusakan berat.
“Kondisinya sangat mengkhawatirkan. Kami sudah berkali-kali mengusulkan perbaikan ke pemerintah daerah,” kata Nurofik, Kamis (24/10/2025).
Sayangnya, hingga kini usulan perbaikan belum mendapat realisasi. Padahal kerusakan semakin parah setiap musim hujan tiba.
Atap Bocor di Puluhan Titik
Masalah utama adalah atap pasar yang bocor di mana-mana. Saat hujan deras, air langsung masuk ke dalam kios pedagang.
Bocor terjadi di puluhan titik. Genangan air pun tak terhindarkan. Bahkan lorong pasar berubah seperti sungai kecil saat hujan lebat.
“Air mengalir deras di lorong. Pedagang kesulitan melayani pembeli,” ungkap Nurofik.
Kondisi ini tentu sangat merugikan pedagang. Barang dagangan terendam air. Pembeli juga enggan datang karena becek dan kumuh.
Lantai Rusak Parah, Ubin Pecah dan Berlubang
Selain atap bocor, lantai pasar juga rusak parah. Ubin banyak yang pecah dan berlubang. Kerusakan terjadi karena terus tergenang air hujan.
Tim Redaksi
