UPDATE TERBARU
Memuat berita terbaru...
IKLAN
News

Pembangunan Bronjong Sungai Pedes Brebes Dikebut Jelang Musim Hujan

×

Pembangunan Bronjong Sungai Pedes Brebes Dikebut Jelang Musim Hujan

Sebarkan artikel ini
Pekerja menyelesaikan pembangunan bronjong dan krib pengarah arus di Sungai Pedes, Kabupaten Brebes, untuk mengamankan permukiman serta akses transportasi dari ancaman longsor.
IKLAN
⚡ RINGKASAN
Pemprov Jateng percepat pembangunan bronjong Sungai Pedes Brebes 150 meter demi cegah longsor dan lindungi jalur kereta api.
Ukuran teks

Portal Pantura, – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mempercepat penanganan infrastruktur sungai guna mengantisipasi potensi bencana pada musim hujan.

Langkah konkret tersebut diwujudkan melalui pembangunan struktur pengaman tebing di aliran Sungai Pedes di Kabupaten .

Pembangunan bronjong ini difokuskan untuk menahan erosi tebing yang mengancam permukiman warga serta fasilitas umum vital.

iklan

Arus deras dan akumulasi material batu saat banjir kerap memicu erosi hebat di sepanjang tebing sungai tersebut.

Kerusakan tebing menjadi ancaman serius karena lokasinya sangat dekat dengan jalan raya dan jalur kereta api.

Pengawas lapangan proyek, Wahyudiyanto, menegaskan pentingnya intervensi fisik ini untuk menghentikan penggerusan lahan yang terjadi setiap hari.

“Kalau kita lihat, hampir setiap hari terjadi longsoran. Dengan adanya bronjong ini, longsoran bisa tertahan, sehingga tidak langsung menggerus tebing sungai,” katanya, saat ditemui di lokasi proyek.

Konstruksi bronjong dibentangkan sepanjang 150 meter pada kedua sisi sungai untuk mengunci struktur tanah tebing.

Ketinggian bangunan fisik ini dirancang mencapai 5,5 meter hingga 7 meter pada bagian ujung yang paling rawan.

Teknis Pembangunan dan Pelurusan Alur Sungai

Untuk memaksimalkan perlindungan, pelaksana proyek turut membangun sembilan krib pengarah arus di sepanjang aliran sungai.

Krib tersebut berfungsi memecah serta mengalihkan hantaman material batu besar agar tidak merusak dinding bronjong utama.

Strategi rekayasa teknis juga dilakukan dengan meluruskan belokan alur sungai yang sebelumnya memicu tekanan air berlebih.

“Penanganan juga dilakukan dengan meluruskan alur sungai yang sebelumnya berbelok. Langkah tersebut diharapkan dapat mengurangi hantaman arus ke sisi kanan dan kiri sungai, yang berpotensi memperparah penggerusan tebing,” tuturnya.

Saat ini pengerjaan fisik utama telah dinyatakan selesai dengan progres keseluruhan mencapai angka 97 persen.

Tim di lapangan hanya menyisakan penataan akhir alur sungai serta penutupan bagian atas struktur bronjong.

Percepatan penyelesaian target dilakukan mengingat ancaman kenaikan debit air yang dapat terjadi sewaktu-waktu akibat cuaca buruk.

“Kalau sudah musim hujan, pekerjaan di sungai seperti ini akan lebih sulit. Makanya, kemarin kami terus mendorong kontraktor, supaya pekerjaan bisa segera diselesaikan,” ungkapnya.

Respon dan Harapan Masyarakat Lokal

Kehadiran struktur pengaman tebing sungai ini memberikan rasa lega yang besar bagi masyarakat yang bermukim di sekitarnya.

Salah seorang warga Desa Tonjong, Umayah, mengaku tenang melihat proyek benteng penahan longsor tersebut selesai dikerjakan.

“Alhamdulillah, senang banget. Rumah saya dekat sungai, jadi takut kalau terjadi longsor,” kata Umayah.

Dahulu, hantaman banjir yang membawa material batu besar kerap mengikis lahan dan mendekati areal permukiman warga.

Keberadaan bronjong dan krib penahan ini diharapkan menjadi perlindungan jangka panjang bagi pemukiman dan akses transportasi daerah.

“Harapannya bangunan tersebut dapat menahan longsoran, sehingga tidak semakin mengancam permukiman dan akses transportasi,” tandasnya.***

Sumber:jatengprov.go.id

Yudhi P

Terbaru dari Yudhi P