TERBARU
Memuat berita terbaru...
IKLAN
News

Pembangunan Jalan Desa Cikuya Buka Akses Petani, Harapan Baru Warga Brebes

×

Pembangunan Jalan Desa Cikuya Buka Akses Petani, Harapan Baru Warga Brebes

Sebarkan artikel ini
Koptu Agus Suryatno berfoto bersama Lukas (4) di lokasi pengecoran jalan TMMD Reguler 127 Kodim 0713/Brebes di Desa Cikuya, Brebes.
IKLAN
Ukuran teks

Portal Pantura, – Program TNI Manunggal Membangun Desa () Reguler ke-127 yang digelar Kodim 0713/ mulai menunjukkan dampak nyata bagi masyarakat pedesaan. Pembangunan jalan desa di wilayah menjadi salah satu sasaran fisik yang dinilai paling dirasakan manfaatnya oleh warga, terutama para petani.

Kamis (26/02/2026), aktivitas pengecoran jalan tampak berlangsung dengan dukungan personel TNI dan masyarakat setempat. Di tengah deru mesin molen dan kesibukan prajurit, seorang petani bernama Ibu Iya (46) terlihat melintas sambil menggandeng cucunya, Lukas (4), sepulang dari sawah.

Bagi Ibu Iya, pembangunan jalan tersebut bukan sekadar proyek infrastruktur, melainkan solusi atas kendala yang selama ini dihadapi warga saat menuju lahan pertanian. Selama bertahun-tahun, akses menuju sawah bergantung pada jalan tanah yang licin dan sulit dilalui, terutama saat musim hujan.

iklan

“Kalau hujan, jalannya becek dan sulit dilewati. Kami sering terpaksa jalan kaki karena motor tidak bisa masuk,” ujarnya saat ditemui di lokasi kegiatan.

Ia mengaku bersyukur dengan adanya program yang membuka akses lebih layak bagi warga desa. Menurutnya, setelah jalan selesai dicor, mobilitas petani akan jauh lebih mudah dan efisien. Tidak hanya menghemat waktu, tetapi juga tenaga.

“Kalau sudah jadi, saya bisa pakai motor ke sawah. Tidak perlu jalan kaki lagi,” katanya dengan nada optimistis.

Peningkatan akses jalan dinilai memiliki dampak berantai terhadap aktivitas ekonomi desa. Dengan jalur yang lebih baik, distribusi hasil pertanian diharapkan lebih lancar, sehingga produktivitas warga pun meningkat. Jalan yang memadai juga memudahkan kendaraan pengangkut hasil panen keluar masuk desa.

Di sela kegiatan, Ibu Iya sempat menyapa salah satu anggota Satgas , Koptu Agus Suryatno. Interaksi sederhana itu berlangsung hangat. Bahkan, cucunya yang masih berusia empat tahun terlihat antusias melihat para prajurit yang bekerja di lapangan.

Lukas, dengan polosnya, meminta untuk berfoto bersama prajurit TNI. Permintaan itu pun disambut ramah oleh Koptu Agus yang bersedia berpose di lokasi pengecoran jalan. Momen tersebut menjadi gambaran kedekatan antara TNI dan masyarakat dalam pelaksanaan program .

Koptu Agus mengatakan, respons positif warga menjadi penyemangat tersendiri bagi personel di lapangan. Menurutnya, program bukan hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga membangun hubungan emosional dan kepercayaan masyarakat.

Imam Muzaki

Terbaru dari Imam Muzaki