Pemerintah pusat mewajibkan desa mengalokasikan minimal 20 persen Dana Desa untuk program ketahanan pangan. Menanggapi hal ini, Desa Purwodadi menggandeng Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sebagai pelaksana kegiatan tersebut.
Langkah ini dinilai strategis dan adaptif. Tak hanya mematuhi aturan, tapi juga membuka peluang memberdayakan potensi ekonomi lokal. Program ketahanan pangan akan diarahkan pada kegiatan yang mendukung produksi dan ketersediaan pangan warga.
Lahirnya Koperasi Desa Merah Putih
Inovasi lain yang muncul dari Musdes kali ini adalah rencana pembentukan Koperasi Desa Merah Putih. Gagasan ini muncul sebagai bentuk kepedulian terhadap peningkatan ekonomi warga secara kolektif.
Koperasi ini diharapkan menjadi wadah usaha bersama warga. Selain memperluas akses permodalan, koperasi juga akan mendorong semangat gotong royong dalam mengembangkan ekonomi desa.
“Ini bukan cuma soal bisnis, tapi tentang membangun ekonomi desa dari desa. Kita ingin koperasi ini jadi lokomotif baru untuk kesejahteraan warga,” ujar Listuti.
Menuju Desa Maju dan Mandiri
Dengan semangat kolaboratif, Purwodadi menunjukkan langkah nyata dalam mewujudkan desa maju, mandiri, dan sejahtera. Mulai dari perencanaan pembangunan yang partisipatif, penyesuaian anggaran yang responsif, hingga inovasi ekonomi lewat koperasi, semua dijalankan demi kepentingan masyarakat.
Musdes kali ini bukan hanya soal menyusun rencana. Lebih dari itu, ia menjadi simbol komitmen Pemerintah Desa Purwodadi dalam membangun tata kelola yang transparan, inklusif, dan berpihak pada rakyat.***
Tim Redaksi
