Bantuan juga mengalir dari OPD lain, antara lain Dinas Komdigi, ESDM, Kelautan, Ketahanan Pangan, Permasdes, dan Biro Kesra.
Wisata dan Pelatihan Kerja Ikut Dapat Dukungan
Pemprov Jateng tidak hanya fokus pada kemiskinan. Kawasan wisata Waduk Penjalin di Desa Winduaji, Kecamatan Paguyangan, mendapat dukungan Rp11 miliar untuk pembangunan ruas jalan menuju lokasi.
Selain itu, Rp1,42 miliar disiapkan untuk revitalisasi balai pelatihan kerja. Tujuannya meningkatkan kompetensi pencari kerja di Brebes.
“Kemiskinan kita keroyok dari hulunya, ekonomi rakyat kita tumbuhkan lewat wisata, dan kompetensi tenaga kerja kita siapkan melalui pelatihan,” kata Paramitha.
Jateng Bidik 10 Juta Ton Gabah
Ahmad Luthfi juga menekankan pentingnya ketahanan pangan. Jawa Tengah ditargetkan menjadi lumbung pangan nasional pada 2026 dengan produksi gabah kering giling minimal 10 juta ton.
Saat ini, kontribusi Jateng terhadap produksi pangan nasional mencapai 15,6 persen. Ahmad Luthfi ingin angka itu terus naik.
“Kalau perlu, Jawa Tengah menjadi nomor satu di Indonesia,” tegasnya.
Brebes menjadi penopang penting. Kabupaten ini menyumbang 60 persen produksi bawang merah Jawa Tengah dan 20 persen produksi nasional. Produk bawang merah Brebes bahkan sudah menembus pasar Vietnam, Thailand, Malaysia, dan Singapura.
Produksi padi Brebes pada 2025 juga melampaui target. Dari 575 ribu ton, realisasi mencapai 607 ribu ton.
Stunting Turun, Ribuan Anak Kembali Sekolah
Paramitha memaparkan sejumlah capaian program Brebes Beres dalam menangani kemiskinan ekstrem. Angka stunting turun dari 23,1 persen menjadi 13,1 persen.

