Portal Pantura, Brebes – Warga Desa Winduaji, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes akhirnya bernapas lega setelah proyek perbaikan jalan lingkar Waduk Penjalin dipastikan segera dikerjakan dalam waktu dekat.
Kepastian pengerjaan jalan tersebut disampaikan langsung dalam kegiatan sosialisasi konstruksi jalan yang digelar di Aula Balai Desa Winduaji, Jumat, 23 Oktober 2026.
Kepala Desa Winduaji, H. Abdurrahman, menyampaikan rasa syukurnya karena usulan perbaikan jalan yang sudah lama diajukan warga akhirnya berhasil direalisasikan tahun ini.
“Alhamdulillah tahun ini bisa terealisasi,” ujarnya.
Ia mendesak pihak kontraktor agar segera memulai aktivitas pembangunan di lapangan tanpa menunda waktu.
Mengingat musim hujan yang mulai tiba, percepatan pengerjaan fisik sangat penting agar proyek tidak terhambat cuaca ekstrem.
Abdurrahman juga menegaskan pentingnya komitmen penyedia jasa dalam menjaga kualitas mutu bangunan.
“Jika sesuai spek, saya rasa tidak akan ada masalah,” tegasnya.
Ia menambahkan, pengerjaan konstruksi akan difokuskan pada area sisi utara waduk terlebih dahulu sebelum dilanjutkan ke sisi selatan.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Brebes, Dani Asmoro, S.T., meminta seluruh elemen masyarakat untuk memberikan dukungan penuh selama proyek berlangsung.
“Harapannya, pekerjaan bisa tepat waktu, tepat mutu, dan tepat manfaat,” tutur Dani.
Dani mengingatkan pelaksana agar tidak menunda pengerjaan karena surat perjanjian kontrak telah ditandatangani sejak 12 Oktober 2026.
Dengan sisa waktu efektif sekitar 71 hari atau dua bulan lebih, seluruh target pekerjaan fisik harus tuntas tepat jadwal.
“Saya juga berharap perbaikan jalan lingkar Waduk Penjalin bisa membawa berkah,” tambahnya.
Masyarakat juga diimbau untuk bersabar karena aktivitas pengangkutan material dan alat berat berpotensi mengganggu kelancaran arus lalu lintas setempat.
Guna menjamin ketahanan mutu bangunan, DPU Kabupaten Brebes akan menggandeng lembaga laboratorium independen yang telah tersertifikasi.
Sementara itu, Doni, salah seorang warga setempat, berharap pihak pelaksana dapat melibatkan tenaga kerja lokal dalam pengerjaan proyek tersebut.
Ia juga mengingatkan pentingnya pembangunan fasilitas pendukung seperti saluran drainase dan penahan tebing.
Pengawas proyek, Mitro, menjelaskan bahwa penanganan infrastruktur ini mencakup panjang jalur mencapai 3 kilometer dengan lebar bervariasi antara 3,5 hingga 4 meter.
“Tidak semua titik dibeton, tapi juga ada yang diaspal,” jelas Mitro.
Proyek strategis ini sebelumnya memiliki pagu anggaran lelang senilai Rp8 miliar dan dimenangkan oleh PT Sumber Rejeki dengan nilai penawaran Rp6,4 miliar.***

