Meski demikian, Luthfi menekankan pentingnya pengawasan rutin terhadap kondisi jalan, terutama menjelang musim hujan yang berpotensi menyebabkan kerusakan infrastruktur.
Ia mengingatkan bahwa faktor air menjadi penyebab utama kerusakan jalan jika sistem drainase dan pemeliharaan tidak berjalan optimal. Oleh karena itu, koordinasi antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota perlu terus diperkuat.
Selain menghadapi musim hujan, kesiapan infrastruktur juga menjadi perhatian menjelang arus mudik Lebaran. Jawa Tengah diketahui menjadi jalur utama pergerakan kendaraan lintas provinsi setiap tahunnya.
“Kita harus memastikan jalan tetap mantap dan aman dilalui. Jawa Tengah merupakan pusat perlintasan mudik nasional, sehingga kolaborasi semua pihak sangat diperlukan,” tegasnya.
Melalui pembangunan dua ruas jalan strategis tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menargetkan peningkatan kelancaran logistik, keselamatan transportasi, serta percepatan pertumbuhan ekonomi regional, khususnya di Kabupaten Blora.
Wilayah ini dinilai memiliki posisi penting sebagai simpul pengembangan sektor pertanian sekaligus kawasan energi nasional. Dengan akses jalan yang semakin baik, diharapkan investasi dan aktivitas ekonomi masyarakat dapat terus meningkat serta mendorong pemerataan pembangunan di Jawa Tengah bagian timur.***
Seorang nelayan wanita sedang menjemur ikan di kawasan pesisir Kabupaten Brebes untuk menjaga kualitas dan nilai jual hasil tangkapan. (Foto: Humas Dinkominfotik Brebes)
" data-large-file="https://www.portalpantura.com/wp-content/uploads/2026/11/Nelayan-Wanita-Menjemur-Ikan.jpg" />
