Portal Pantura – Di tengah sejuknya hawa pegunungan Slamet di Wana Wisata Guci Ashafana, puluhan insan Perhutani dari berbagai penjuru Jawa Tengah berkumpul.
Bukan sekadar menikmati alam, mereka Perhutani datang membawa satu misi memastikan hutan tetap lestari melalui tata kelola ekowisata yang lebih profesional dan menguntungkan.
Perum Perhutani, melalui Kantor Pusatnya, menggelar pelatihan, sosialisasi Peraturan Direksi (Perdir) Nomor 06 Tahun 2024 sebuah panduan baru dalam kerjasama pengelolaan wisata hutan.

Di bawah rindangnya pohon-pohon pinus dan atmosfer natural yang menjadi simbol ekowisata, dan kegiatan ini berlangsung dengan nuansa dialogis dan solutif.
Sebanyak 62 peserta hadir, dari perwakilan Divisi Regional Jawa Tengah, 20 Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH), dan tim dari kantor pusat.
Menariknya lagi peserta yang hadir adalah para pemegang peran strategis seperti Kepala Seksi dan Kepala Sub Seksi bidang wisata, bisnis, serta hukum dan masing masing datang membawa cerita kemudian pengalaman, dan tantangan dari lapangan.
“Kami berharap kegiatan ini bukan hanya formalitas, tapi menjadi titik balik untuk menghadirkan praktik pengelolaan ekowisata yang profesional dan mengakar di setiap wilayah,” ujar Prasetyo Lukito, Administratur KPH Pekalongan Barat.
Prasetyo juga menekankan pentingnya kolaborasi antarkantor dan antar bidang, agar implementasi Perdir 06 Tahun 2024 benar-benar menjadi solusi permasalahan lama yang kerap muncul dalam proses perpanjangan perjanjian kerja sama (PKS).
Salah satu pemateri utama, Afifah Yuseka, Kepala Departemen Ekowisata Perum Perhutani, menjelaskan secara mendalam isi Perdir 06/2024.
Tim Redaksi
