Portal Pantura – Upaya mendongkrak produktivitas serta mutu getah pinus, Perhutani KPH Pekalongan Barat gelar sosialisasi dan pembekalan penggunaan alat sadap mekanik (Asameka).
Pembekalan ini diberikan kepada para mitra kerja penyadap di wana wisata Guci Ashafana dan kawasan hutan petak 51a RPH Guci menjadi momen penting pertemuan antara teknologi modern dan kearifan lokal penyadapan getah.
Sosialisasi KPH Pekalongan Barat ini di gelar pada Rabu, 25 Juni 2025 ini diikuti 28 Ketua Kelompok Tani Sadap (KTS) dari tiga Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH).
Diantaranya yakni Moga, Bumijawa, dan Paguyangan. Mereka datang tidak hanya untuk belajar, tetapi juga membawa harapan akan peningkatan hasil dan kesejahteraan.
Asameka adalah alat sadap mekanik m inovasi Perhutani menjawab tantangan dari rendahnya produktivitas hingga kualitas getah yang bervariasi.
Melalui mesin ini, proses pembuatan dan pembaharuan quare pada batang pohon pinus dapat dilakukan lebih cepat, presisi, dan minim kerusakan pada pohon.
Administratur/KKPH Pekalongan Barat, Prasetyo Lukito, menyampaikan bahwa implementasi Asameka menjadi solusi yang bukan hanya mempermudah kerja penyadap, tapi juga meningkatkan hasil yang dicapai.
“Ini lebih praktis dan efisien. Tujuan utama kita meningkatkan produktivitas dan mutu getah pinus, dan Asameka memberi peluang besar untuk itu,” ungkapnya.
Tak hanya teknis dari penggunaan alat, giat ini juga menjadi ajang pembekalan pemahaman terhadap petunjuk kerja (PK) sadapan serta standar kualitas yang ingin dicapai.
Seluruh jajaran dari Kasi Produksi dan Ekowisata, Asper, KRPH, hingga mandor turut serta memberikan dukungan penuh dalam pelaksanaan kegiatan ini.
Tim Redaksi
