Dengan pendekatan yang kolaboratif, pihaknya memfasilitasi akses, sumber daya, dan koordinasi pembangunan bisa berjalan tanpa mengganggu fungsi ekologis kawasan.
Letkol Inf Suratman, Komandan Kodim 0712 Tegal, menjelaskan pembangunan jalan ini akan menghubungkan Desa Sangkanjaya dengan Desa Danareja.
Selain itu melewati jalur yang dulunya hanya dapat dilalui oleh pejalan kaki kendaraan roda dua dengan kesulitan besar.
“Tipikal tanah di sini berbatu dan keras, tetapi justru batu-batu itu yang akan kita manfaatkan warga diajak bergotong royong untuk menggali, memecah, dan menyusun jalan baru ini,” katanya.
Tak hanya membuka jalur fisik, TMMD membuka pintu-pintu bagi perputaran ekonomi, kemudahan akses pendidikan, kesehatan, hingga distribusi pertanian.
Untuk warga Sangkanjaya, jalan adalah janji yang akhirnya ditepati serta janji pembangunan yang sangat menyentuh langsung kehidupan mereka.
Kegiatan TMMD telah menjadi teladan bagaimana sinergi lembaga negara dan rakyat menjawab tantangan yang sangat keterpencilan serta juga ketimpangan infrastruktur.
Lebih dari sekadar proyek, TMMD yakni kisah tentang kebersamaan, tentang bagaimana negara hadir hingga pelosok-pelosok hutan dan bukit.
Melalui partisipasi aktif dalam program ini, Perhutani menunjukkan bahwa kehutanan tak lagi hanya soal pohon dan kayu, tetapi juga tentang manusia dan masa depan.
Di Sangkanjaya, jalan baru itu tak hanya menembus bukit ia merajut harapan, menghubungkan kehidupan, memahat jejak pembangunan di bumi selama ini terpinggirkan.***
Tim Redaksi
