Portal Pantura -Di tengah kecemasan cuaca tak menentu dan harga pupuk terus naik, dan makin sempitnya lahan pertanian, harapan tiba dalam wujud tak biasa karung berisi benih padi dan deretan traktor roda dua berkilau di bawah matahari pagi.
Pada Selasa (05/05/2025) lalu halaman di Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (KPTan) Kabupaten Tegal berubah jadi titik tolak kebangkitan petani.
Wakil Bupati Tegal Ahmad Kholid yang hadir langsung menyerahkan bantuan benih padi untuk 11.402 hektare sawah dan sembilan unit alat mesin pertanian (alsintan) kepada para perwakilan Gapoktan.
“Ini bukan sekadar bantuan. Investasi untuk masa depan pertanian Tegal,” ujar Kholid dengan nada tegas namun penuh empati.
Di hadapan petani yang datang dari berbagai pelosok desa, Ahmad Kholid memompa semangat, perubahan iklim dan alih fungsi lahan memang menjadi tantangan nyata.
Tetapi dengan inovasi dan solidaritas, pertanian Tegal bisa bertahan dan juga bahkan tumbuh lebih kuat.
Data bicara lantang. Rata-rata luas tanam padi di Kabupaten Tegal selama lima tahun terakhir mencapai lebih dari 63 ribu hektare per tahun.
Dari angka itu, produksi padi mencapai 393 ribu ton gabah kering panen. Angka yang cukup menjadikan Tegal sebagai salah satu penyangga pangan penting di Jawa Tengah.
Namun tantangan di lapangan tak bisa diabaikan. Distribusi pupuk bersubsidi yang kerap terlambat dan biaya tanam yang makin tinggi terus menghantui petani.
“Petani itu pejuang pangan dan pejuang pun butuh senjata,” ucap Ahmad Kholid, merujuk pentingnya alsintan sebagai alat percepatan tanam dan panen
Tim Redaksi
