Petani-petani yang nekat masuk bukan semata-mata karena bandel tapi mereka korban sistem, terjebak ketergantungan ekonomi tanpa menyediakan alternatif.
A dan B metupakan relawan dan bukan pahlawan. Mereka tidak digaji, tidak disanjung, dan tidak mencari panggung.
Mereka hanya ingin hutan tetap ada. Tetapi ketika yang ingin menjaga hutan tapi justru diteror, dilempar tuduhan, bahkan diancam senjata tajam, maka jelas ada yang sangat keliru dalam cara kita melihat siapa yang harus dilindungi.
Saat hutan lindung terus tergerus, para relawan menjadi garda depan yang siap menghadapi risiko besar demi masa depan lingkungan yang lestari.
Namun mereka tidak bisa bertarung sendiri. Mereka butuh dukungan nyata dari seluruh aktivis dan masyarakat peduli lingkungan hidup untuk bersama melindungi hutan dan bukan hanya sebuah simpati.***
Tim Redaksi
