Portal Pantura, Brebes – Karnaval HUT ke-80 Republik Indonesia tingkat Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes, Rabu (20/8/2025), berlangsung semakin meriah dengan kehadiran Pondok Pesantren Yanuris Linggapura.
Ribuan warga tumpah ruah di jalan raya untuk menyaksikan aksi kreatif para peserta. Dari sekian banyak penampilan, regu Ponpes Yanuris mencuri perhatian publik. Mereka menghadirkan replika Al-Qur’an raksasa yang langsung menjadi sorotan penonton.
Dipimpin Kades Linggapura

Regu dari Ponpes Yanuris dipimpin langsung oleh Kepala Desa Linggapura, Mustain. Ia mengatakan, partisipasi pesantren dalam karnaval ini merupakan bentuk kecintaan pada tanah air.
“Kami ikut ambil bagian untuk memeriahkan HUT ke-80 RI di Kecamatan Tonjong. Pesantren harus selalu hadir, memberi warna positif, dan menanamkan nilai kebangsaan,” tegas Mustain.
Kehadiran rombongan pesantren itu menjadi bukti sinergi antara lembaga pendidikan Islam dan pemerintah desa. Tak hanya tampil dengan barisan santri yang rapi, Ponpes Yanuris juga menonjolkan identitas keislaman yang kuat.
Tasbih Raksasa untuk Camat Tonjong

Selain replika Al-Qur’an, Ponpes Yanuris juga membawa sebuah tasbih raksasa. Simbol itu diserahkan langsung oleh Mustain kepada Camat Tonjong, Lukman Hakim SH SIP.
Mustain menyebut, pemberian tasbih ini sarat makna. Tasbih raksasa melambangkan doa, dzikir, serta harapan agar Kecamatan Tonjong terus diberkahi dan masyarakatnya hidup rukun.
“Ini bentuk doa kami untuk pimpinan kecamatan, agar selalu diberi kekuatan dalam mengayomi masyarakat,” kata Mustain.
Momen penyerahan tasbih raksasa itu mendapat tepuk tangan meriah dari penonton. Banyak warga yang mengabadikan momen tersebut melalui kamera ponsel.
Identitas Pesantren Jadi Daya Tarik

Ciri khas Pondok Pesantren Yanuris memang terlihat jelas dalam karnaval kali ini. Selain Al-Qur’an dan tasbih raksasa, para santri juga mengenakan pakaian islami lengkap dengan atribut khas pesantren.
Nuansa religius berpadu dengan semangat nasionalisme. Santri berjalan sambil membawa bendera merah putih, menegaskan bahwa pesantren bukan hanya pusat pendidikan agama, tetapi juga benteng kebangsaan.
“Santri harus berada di barisan terdepan menjaga NKRI. Melalui karnaval ini kami ingin menunjukkan, cinta agama tidak terpisah dari cinta tanah air,” tambah Mustain.
Karnaval Jadi Pemersatu Warga
Karnaval HUT ke-80 RI di Kecamatan Tonjong tahun ini diikuti puluhan peserta dari berbagai desa, sekolah, hingga lembaga masyarakat. Setiap regu menampilkan atraksi khas masing-masing, mulai dari budaya lokal hingga kreativitas modern.
Camat Tonjong, Lukman Hakim, mengapresiasi partisipasi aktif seluruh peserta, termasuk Ponpes Yanuris. Ia menilai, karnaval ini bukan sekadar hiburan, tetapi juga sarana memperkuat kebersamaan antarwarga.
“Kegiatan ini membuktikan bahwa kebhinekaan di Kecamatan Tonjong bisa dirajut melalui semangat kemerdekaan,” ujarnya.***
Tim Redaksi
