Portal Pantura – Ribuan Bhabinkamtibmas di Jawa Tengah kini punya peran baru: menjadi garda terdepan pemberantasan Tuberkulosis (TB) di tengah masyarakat.
Polda Jawa Tengah resmi meluncurkan program Polda Jateng TOSS TB — singkatan dari Temukan, Obati Sampai Sembuh Tuberkulosis. Program ini menjadikan Bhabinkamtibmas sebagai Tracer TB yang aktif di wilayah binaannya masing-masing.
Sebagai langkah awal, Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Jateng menggelar cek kesehatan gratis dan skrining TB Paru secara serentak di 35 Klinik Polres se-Jawa Tengah pada Selasa, 2 Juni 2026.
Kegiatan ini melibatkan Sie Dokkes Polres, Satuan Binmas, Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota, dan Puskesmas setempat.
Pastikan Personel Sehat Sebelum Diterjunkan
Sebelum bertugas sebagai Tracer TB, seluruh Bhabinkamtibmas menjalani pemeriksaan menyeluruh. Meliputi pemeriksaan fisik, gula darah, asam urat, kolesterol, hingga elektrokardiogram (EKG).
Kabiddokkes Polda Jateng, KBP drg. Agung Hadi Widjanarko, menegaskan pentingnya tahapan ini.
“Kami melaksanakan skrining dan pemeriksaan kesehatan terlebih dahulu untuk memastikan seluruh personel berada dalam kondisi sehat dan tidak terpapar TB Paru,” ujarnya, Rabu (3/6/2026).
Ia menambahkan, personel yang dinyatakan suspek TB akan langsung dirujuk untuk rontgen dada dan pemeriksaan Tes Cepat Molekuler (TCM) di Puskesmas.
Bhabinkamtibmas: Ujung Tombak di Lapangan
Bhabinkamtibmas dinilai punya posisi strategis. Mereka adalah personel Polri yang paling dekat dengan warga dan memiliki intensitas interaksi tinggi setiap harinya.
Dalam program TOSS TB, tugas mereka meliputi:
- Skrining dan tracing kontak erat
- Edukasi bahaya TB kepada masyarakat
- Pendampingan pengobatan hingga tuntas
- Pelaporan kasus secara terintegrasi
“Prinsip yang kami kedepankan adalah deteksi dini, penanganan cepat, dan pengobatan tuntas,” kata Agung.
Ke depan, para Bhabinkamtibmas akan dibekali pelatihan khusus, KIT Tracer TB, buku saku, formulir skrining, pot sputum, dan sistem pelaporan digital yang tersambung langsung ke Dinas Kesehatan dan Puskesmas.
Polda Jateng Bidik Eliminasi TB 2030
Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol. Artanto, menyebut program ini sebagai bentuk nyata komitmen Polri mendukung target nasional eliminasi TB tahun 2030.
“Sinergi antara Polri, Dinas Kesehatan, Puskesmas, dan seluruh elemen masyarakat menjadi kunci keberhasilan memutus rantai penularan Tuberkulosis,” tegasnya.
Ia pun mengajak masyarakat tidak takut memeriksakan diri bila mengalami gejala TB.
“Semakin cepat ditemukan, semakin besar peluang untuk sembuh,” pungkas Artanto. ***

