Portal Pantura - Pernyataan Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep soal Jawa Tengah sebagai "kandang gajah" menuai reaksi keras. Politisi PDI Perjuangan Harris Turino tegas "menolak" klaim tersebut. "Ya bisa saja mau dijadikan kandang gajah. Persoalannya nyari gajahnya dimana," sindir anggota DPR RI Dapil IX Jawa Tengah ini. Video pernyataan Harris diunggah di akun Facebook pribadinya, Selasa (13/1/2025).Responnya tajam dan penuh metafora politik. 35 Kota/Kabupaten Tanpa Gajah Harris menegaskan, di 35 kota dan kabupaten di Jawa Tengah tidak ada tempat untuk gajah. Menurutnya, provinsi berpenduduk lebih dari 37 juta jiwa ini punya karakter berbeda. "Jawa Tengah merupakan tanahnya para petani, nelayan, dan wong cilik," tegas Harris. Ia menambahkan, alam Jawa Tengah tidak cocok dengan gajah yang jalannya pelan. Kritik ini mengacu pada persepsi bahwa PSI belum memiliki basis kuat di daerah. Sebaliknya, Harris menyebut Jawa Tengah cocok untuk banteng—simbol PDI Perjuangan. Hewan ini dinilai mencerminkan kerja keras, konsistensi, dan keberpihakan pada rakyat. Rakyat Jawa Tengah Sudah Cerdas Politisi yang juga anggota DPR RI ini melanjutkan kritiknya. Ia menilai masyarakat Jawa Tengah kini lebih kritis dalam memilih pemimpin. "Jawa Tengah sekarang sudah cerdas. Tidak gampang kagum dengan ukuran badan," ujar Harris. Yang dilihat rakyat bukan sekadar simbol atau citra. Tetapi kerja nyata, keberpihakan, dan yang terpenting kesetiaan kepada rakyat.