Portal Pantura, Brebes – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-127 Kodim 0713/Brebes tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga menyentuh aspek kesehatan masyarakat. Salah satu kegiatan yang dilaksanakan adalah pendampingan pelayanan Posyandu Balita di Desa Cikuya, Kecamatan Banjarharjo, Kabupaten Brebes, Kamis (12/2/2026).
Kegiatan yang digelar bekerja sama dengan Puskesmas Banjarharjo tersebut diikuti puluhan balita bersama para orang tua. Dalam kegiatan itu, para balita mendapatkan berbagai layanan kesehatan, mulai dari penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan, pemeriksaan kesehatan dasar, hingga pemberian vitamin, vaksin polio, dan makanan tambahan bergizi.
Pelayanan Posyandu ini menjadi bagian penting dalam memantau pertumbuhan dan perkembangan anak sejak dini. Selain itu, kegiatan tersebut juga bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pencegahan stunting dan penyakit menular pada anak, termasuk polio, yang masih menjadi perhatian di sejumlah daerah.
Babinsa Desa Cikuya, Serka Fery, yang turut mendampingi jalannya kegiatan, menjelaskan bahwa keterlibatan Satgas TMMD dalam kegiatan kesehatan merupakan bagian dari program nonfisik yang dirancang untuk mendukung kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.
Menurutnya, pembangunan desa tidak hanya diukur dari tersedianya sarana fisik, tetapi juga dari kualitas kesehatan warganya. Oleh karena itu, pendampingan kegiatan Posyandu menjadi salah satu langkah nyata untuk membantu masyarakat, khususnya keluarga yang memiliki balita.
“Kami berharap melalui kegiatan seperti ini, kesehatan anak-anak dapat dipantau secara rutin, dan para orang tua semakin memahami pentingnya menjaga asupan gizi serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala,” ujarnya.
Tenaga kesehatan dari Puskesmas Banjarharjo, Ayu Wulandari, S.Kes, menyampaikan bahwa sinergi antara tenaga kesehatan dan Satgas TMMD sangat membantu dalam memperluas jangkauan pelayanan, terutama di wilayah pedesaan. Kehadiran aparat TNI di tengah masyarakat dinilai mampu mendorong partisipasi warga untuk datang ke Posyandu.
Ia menambahkan, kegiatan Posyandu bukan sekadar rutinitas bulanan, tetapi menjadi sarana penting untuk mendeteksi lebih dini berbagai potensi gangguan kesehatan pada anak, termasuk masalah gizi dan keterlambatan pertumbuhan.
“Dengan adanya dukungan dari Satgas TMMD, pelaksanaan Posyandu menjadi lebih optimal. Warga juga terlihat lebih antusias karena merasa diperhatikan dan dilayani dengan baik,” jelasnya.
Antusiasme tersebut tampak dari kehadiran para ibu yang membawa anak-anak mereka sejak pagi hari. Mereka memanfaatkan kesempatan ini untuk berkonsultasi langsung dengan petugas kesehatan mengenai kondisi anak, pola makan, serta imunisasi.

