Portal Pantura, Brebes – Haru dan rasa syukur menyelimuti lingkungan pendidikan keagamaan di Dukuh Kopi, Desa Cikuya, Kecamatan Bantarkawung, Kabupaten Brebes, Minggu (22/2/2026). Gedung TPQ dan MDTA Al-Huda akhirnya resmi teraliri listrik setelah bertahun-tahun beroperasi dengan keterbatasan fasilitas.
Pemasangan KWH listrik gratis tersebut merupakan bagian dari program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-127 yang dilaksanakan oleh Kodim 0713/Brebes. Instalasi dilakukan bekerja sama dengan petugas PLN sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan sarana pendidikan masyarakat pedesaan.
Kepala Yayasan Al-Huda, Oji Syahroji (51), tampak tak kuasa menahan rasa haru saat menyaksikan langsung proses pemasangan meteran listrik di lembaga yang telah ia kelola selama lebih dari dua dekade. Baginya, momen tersebut menjadi catatan sejarah penting dalam perjalanan yayasan.
“Sejak berdiri tahun 2000, baru hari ini kami memiliki sambungan listrik sendiri. Ini bukan hanya bantuan fasilitas, tetapi juga harapan baru bagi anak-anak kami,” ujarnya dengan suara bergetar.
Yayasan Al-Huda menaungi dua unit pendidikan, yakni Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) dan Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah (MDTA). Selama 26 tahun, lembaga ini konsisten memberikan pendidikan keagamaan dasar bagi anak-anak di Dukuh Kopi dan sekitarnya.
Namun, keterbatasan infrastruktur menjadi tantangan tersendiri dalam proses belajar mengajar. Kegiatan mengaji pada sore hingga malam hari kerap terkendala minimnya pencahayaan, terutama saat cuaca mendung atau pemadaman listrik di lingkungan sekitar. Sebelumnya, kebutuhan penerangan masih bergantung pada sambungan tidak permanen dan fasilitas terbatas.
Dengan daya listrik 900 watt yang kini terpasang, kondisi tersebut dipastikan berubah. Lebih dari 200 santri yang rutin mengikuti kegiatan belajar di TPQ dan MDTA Al-Huda dapat memanfaatkan fasilitas penerangan yang memadai serta penggunaan perangkat pendukung pembelajaran lainnya.
Menurut Oji, keberadaan listrik bukan sekadar soal pencahayaan. Ia menilai fasilitas tersebut membuka peluang peningkatan kualitas pendidikan, termasuk pemanfaatan media belajar berbasis elektronik di masa mendatang.
“Anak-anak sekarang bisa belajar lebih nyaman. Tidak lagi khawatir gelap ketika hujan turun atau saat kegiatan malam hari. Ini benar-benar membantu proses pendidikan,” katanya.
Program pemasangan listrik gratis ini menjadi salah satu sasaran fisik tambahan dalam TMMD Reguler ke-127. Selain pembangunan infrastruktur umum, kegiatan TMMD juga menyasar kebutuhan mendasar masyarakat, termasuk sarana pendidikan dan keagamaan.

