Portal Pantura – Suasana di aula Desa Kalibakung, Kecamatan Balapulang, terasa berbeda pada Senin pagi, 14 Juli 2025.
Biasanya, dalam Rapat Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) hanya berisi diskusi panjang soal angka, program kerja, dan prioritas pembangunan.
Namun kali ini, nuansa haru turut menyelimuti jalannya rapat. Di sudut ruangan, tampak sejumlah anak yatim duduk rapi, menanti giliran menerima santunan.
Inisiatif ini bukan sekadar selingan, melainkan bagian dari semangat yang terus dijaga Kepala Desa Kalibakung, Mujiyono.
Bagi dia, menyatukan pembangunan fisik dan spiritual bukanlah hal yang asing.
“Mereka juga layak untuk mendapatkan perhatian. Menyantuni anak-anak yatim di tiap giat desa menjadi keberkahan dalam menjalankan program-program yang telah disepakati,” ujarnya penuh empati.
Kades Mujiyono bukan baru kali ini menyelipkan kegiatan sosial dalam agenda pemerintahan desa.
Ia percaya bahwa membangun desa tidak hanya sebatas betonisasi jalan atau pendirian infrastruktur, tetapi juga menyentuh hati dan kehidupan sosial warganya.
RKPDes, atau Rencana Kerja Pemerintah Desa, adalah dokumen tahunan yang sangat vital.
Ia menjadi peta jalan bagi desa dalam menentukan arah pembangunan selama satu tahun anggaran.
Rapat ini akan merumuskan berbagai kegiatan mulai dari pembangunan infrastruktur, pemberdayaan dan juga masyarakat serta hingga penguatan kelembagaan.
Namun, kehadiran anak-anak yatim dalam forum ini menyampaikan pesan yang lebih luas: bahwa pembangunan tidak boleh melupakan kelompok rentan.
Di tengah perdebatan prioritas program, dan di sela penyusunan angka-angka anggaran, kehadiran mereka yang telah terpinggirkan menjadi pengingat penting.
Terutama bagi pengambil keputusan bahwa setiap rupiah dalam APBDes harus kembali kepada masyarakat tanpa terkecuali.
Desa Kalibakung mungkin hanyalah satu dari ribuan desa di Indonesia, tetapi langkah kecil ini memberi makna besar. Bahwa membangun desa bukan hanya soal “apa yang dibangun”, tetapi “siapa yang diperhatikan”.
Dengan menyelaraskan dokumen formal RKPDes dan nilai-nilai kemanusiaan, Kalibakung menorehkan jejak bahwa desa bisa tumbuh bukan hanya dengan rencana, tapi juga dengan rasa.***

