“Kalau aturan itu diterapkan tanpa solusi untuk kami, jelas ini akan mematikan penghasilan banyak sopir. Belum tentu ada truk baru, sedangkan yang sekarang saja kami cicil,” ujar salah satu peserta aksi lainnya.
Di sisi lain, kebijakan ODOL memang bertujuan meningkatkan keselamatan jalan dan mengurangi kerusakan infrastruktur akibat kendaraan bermuatan berlebih. Namun, para sopir berharap adanya penyesuaian dan solusi konkret, seperti subsidi kendaraan atau pembinaan khusus untuk daerah yang terdampak.
Aksi damai ini menjadi peringatan bagi pemerintah agar lebih memperhatikan suara para pelaku transportasi di daerah. Mereka bukan menolak aturan keselamatan, tetapi menginginkan kebijakan yang adil dan tidak memberatkan kehidupan ekonomi rakyat kecil.
Meski telah berakhir, para sopir menyatakan akan terus memantau perkembangan pembahasan RUU ODOL. Jika tidak ada solusi, mereka siap menggelar aksi lanjutan dalam skala yang lebih besar.***
Tim Redaksi
