Penegasan Ulama
Imam Ibnu Qayyim al-Jauziyah melalui karya Asy-Syaikh Abdul Qadir Al-Jailani wa Arauhu Al-I’tiqadiyah wa Ash-Shufiyah juga menegaskan hal yang sama. Beliau menyebut bahwa Nabi Muhammad SAW membatalkan kepercayaan jahiliah yang meyakini waktu-waktu tertentu membawa sial.
Bahkan dalam sabdanya disebutkan:
“Tidak ada penyakit menular, tidak ada larangan pada bulan Safar, dan tidak ada kecelakaan yang ditandai oleh suara burung malam.”
Kalimat ini merupakan bentuk penolakan terhadap mitos, ramalan, dan firasat yang beredar luas di masa lampau—dan sayangnya, masih dipercaya sebagian orang hingga kini.
Jangan Takut, Bertawakal Saja
Dari semua penjelasan tersebut, dapat disimpulkan bahwa anggapan Safar sebagai bulan bala adalah mitos. Islam tidak mengajarkan hal tersebut. Justru, kita dianjurkan untuk bersikap tenang, optimis, dan selalu bertawakal kepada Allah SWT.
Rezeki, musibah, dan keselamatan bukan ditentukan oleh bulan atau hari tertentu. Semuanya ada di tangan Allah. Tugas kita adalah terus berbuat baik, berdoa, dan memperkuat iman.
Jadi, tak perlu khawatir berlebihan saat memasuki bulan Safar. Tinggalkan mitos, perkuat tauhid, dan jalani hari-hari dengan keyakinan bahwa Allah Maha Penyayang dan Maha Pelindung.***
Tim Redaksi
