Portal Pantura, Grobogan – Setelah 27 hari lumpuh, jalur utama Semarang-Godong kembali ramai dilintasi kendaraan. Jalan strategis yang menghubungkan tiga kabupaten tersebur resmi beroperasi normal pada Jumat lalu (13/3/2026), tepat seminggu menjelang perayaan Lebaran. Pembukaan ini mengakhiri ketegangan yang dialami ribuan masyarakat dan pengusaha logistik yang terpaksa melakukan rute alternatif selama penutupan.
Penutupan jalur bermula dari bencana tanggal 15 Februari 2026 lalu, ketika Sungai Tuntang meluap dan menyebabkan tanggul di Desa Tinanding, Kecamatan Godong, jebol total. Dampaknya, akses darat utama antara Semarang, Demak, dan Purwodadi terputus, memaksa warga menempuh perjalanan 2-3 jam lebih lama untuk mencapai tujuan.
Pembukaan Diresmikan Gubernur, Ribuan Warga Menghadiri
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi secara langsung membuka blokade jalan dengan melintas pertama kali melintasi ruas yang telah diperbaiki. Kehadiran pejabat tertinggi daerah ini menjadi simbol komitmen pemerintah dalam menangani dampak bencana alam yang melanda kawasan.
Antusiasme warga sangat tinggi. Sejak pagi, ratusan penduduk Desa Tinanding berkumpul di sekitar lokasi proyek, menunggu kedatangan gubernur. Mereka memberikan sambutan meriah dengan tepukan tangan dan ucapan terima kasih yang berulang-ulang. Beberapa warga bahkan meneteskan air mata ketika berbicara dengan Luthfi, mengekspresikan rasa lega yang mendalam.
“Alhamdulillah, sudah lancar. Tidak perlu berputar jauh lagi,” ujar seorang pengendara sepeda motor sesaat setelah jalur dibuka untuk umum.
Dampak Nyata bagi Ekonomi Lokal dan Mobilitas Masyarakat
Menurut Ahmad Luthfi, jalur ini bukan sekadar akses biasa melainkan pembuluh nadi ekonomi regional. Setiap hari, ribuan armada transportasi menggunakan rute ini untuk distribusi barang, bisnis perdagangan lintas daerah, dan mobilitas pengguna jalan umum.
“Ini menghubungkan Semarang, Demak, hingga Purwodadi. Sangat penting untuk ekonomi dan logistik daerah,” jelasnya kepada media.
Pihak pemerintah menetapkan target selesai H-7 Lebaran dengan pertimbangan bahwa periode menjelang hari raya merupakan waktu krusial untuk mobilitas masyarakat. Target tersebut berhasil dipenuhi, memungkinkan warga untuk mudah melakukan kegiatan belanja, persiapan Lebaran, dan ziarah ke kampung halaman.
Pesan Pencegahan untuk Masa Depan
Meskipun mengucapkan syukur, Luthfi juga mengingatkan pemerintah daerah dan masyarakat untuk melakukan pencegahan bencana serupa di masa depan. Solusi yang ditawarkan relatif sederhana namun efektif: perawatan tanggul melalui penanaman pohon untuk memperkuat struktur dan menjaga kebersihan lingkungan dari sampah yang dapat menghambat aliran sungai.
“Rawat tanggulnya, tanami pohon di sekitar tanggul. Jangan buang sampah sembarangan agar tidak menyumbat aliran air,” pesan gubernur kepada warga dan pemerintah setempat.

