UPDATE TERBARU
Memuat berita terbaru...
IKLAN
News

Rembug Stunting Desa Kutamendala Brebes Ungkap Ratusan Anak Terindikasi Tengkes

Avatar photo
×

Rembug Stunting Desa Kutamendala Brebes Ungkap Ratusan Anak Terindikasi Tengkes

Sebarkan artikel ini
Pemerintah Desa Kutamendala bersama Camat Tonjong dan unsur lintas sektoral saat menggelar forum rembug stunting di balai desa untuk menekan angka tengkes pada anak. (Foto: Portal Pantura/Yudhi P)

Portal Pantura, Brebes – Pemerintah Desa , Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes, belum lama ini menggelar forum rembug di balai desa setempat. Langkah strategis ini dilakukan guna merumuskan solusi konkret dalam menekan angka kasus tengkes di wilayah tersebut.

Rincian Data Kasus di Desa

Berdasarkan data yang dihimpun dalam forum tersebut, terungkap fakta penting mengenai kondisi kesehatan anak di wilayah setempat. Dari total 887 balita yang terdata, terdapat 104 anak yang terindikasi mengalami .

Camat Tonjong, Lukman Hakim, menyampaikan bahwa Desa memiliki tantangan geografis yang cukup kompleks, salah satunya adalah cakupan wilayah yang cukup luas. Meski demikian, pihaknya optimis angka kasus ini dapat ditekan pada tahun mendatang.

Langkah Preventif dan Penanganan oleh Pemerintah Setempat

iklan

Dalam arahannya, Camat Tonjong juga menekankan pentingnya ketepatan sasaran dalam program penanggulangan gizi. Ia mengingatkan agar penyaluran Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi anak yang terindikasi tidak disamakan dengan anak yang tidak mengalami .

Acara rembug ini turut dihadiri oleh Sekretaris Desa Sintia, unsur jajaran Kecamatan Tonjong, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), serta aparat keamanan dari unsur Babinsa dan Bhabinkamtibmas. Sinergi lintas sektoral ini diharapkan mampu mempercepat penanganan gizi buruk secara tepat sasaran.

Mengenal Lebih Dekat Apa Itu Stunting

Stunting atau yang kerap disebut tengkes adalah kondisi gagal tumbuh pada anak. Kondisi ini dipicu oleh kekurangan gizi kronis serta infeksi berulang, khususnya yang terjadi dalam 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK)—mulai dari dalam kandungan hingga anak berusia dua tahun.

Secara fisik, anak stunting ditandai dengan tinggi badan yang berada di bawah standar kurva pertumbuhan anak usianya. Selain masalah tinggi badan, stunting juga berdampak pada terhambatnya perkembangan kognitif, penurunan kemampuan belajar, serta kerentanan terhadap penyakit di masa depan.***

Tim Redaksi

Yudhi P
Jurnalis Yudhi P
Portal Pantura
Editor Portal Pantura
Yudhi P

Terbaru dari Yudhi P