Portal Pantura – Di tengah geliat musik modern yang kian mendominasi ruang dengar masyarakat, suara lembut petikan ukulele, gesekan biola dan Bass musik Keroncong masih menggema, menembus batas zaman.
Adalah Roadshow Keroncong Svaranusa, sebuah inisiatif budaya yang tak sekadar melestarikan, tapi juga menghidupkan kembali akan denyut musik keroncong di berbagai penjuru Nusantara.
Mengusung tema “Bhineka Tunggal Irama”, acara Road Show Keroncong hadir di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, tepatnya di Taman Rakyat Slawi (Trasa) pada Sabtu, 28 Juni 2025.
Lebih dari sekadar panggung hiburan, perhelatan ini pun menjadi ruang bertemunya generasi lama dan baru dalam semangat menjaga warisan budaya bangsa.
Keroncong bukan sekadar musik. Ia adalah catatan sejarah yang hidup yakni perpaduan budaya Portugis dan lokal sejak abad ke-16 terus bertransformasi hingga menjadi suara khas Indonesia.
Dari lagu-lagu perjuangan hingga lagu romansa kehidupan rakyat, Keroncong inipun selalu punya tempat di hati.
“Kita ingin membuktikan bahwa musik Keroncong bukan musik masa lalu. Ia adalah bagian dari identitas kita yang relevan dan indah jika dirawat dengan cinta,” ujar perwakilan Yayasan Svara Irama Nusantara di sela acara.
Diselenggarakan oleh Yayasan Svara Irama Nusantara bekerja sama dengan Kementerian Kebudayaan, roadshow ini merupakan bagian dari pelaksanaan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan.
Tujuannya pun jelas yaitu melestarikan, mengembangkan, dan memanfaatkan Keroncong sebagai bagian dari warisan budaya tak benda bangsa.

Tim Redaksi
