Portal Pantura, Tegal – Pagi itu, Jumat (23/5), sinar matahari belum terlalu terik saat derap langkah Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono susuri bantaran sungai di Kelurahan Tunon.
Dengan rompi dan sarung tangan, ia tak sekadar hadir sebagai pemimpin, tapi sebagai simbol harapan.
Di tangannya, bukan lagi sekadar alat pembersih, melainkan semangat akan perubahan.
Gerakan River Clean Up (RCU) bukan hanya soal mengangkat sampah dari air. Bagi Dedy Yon, ini seruan peradaban.
“Ini bukan hanya soal sampah. Ini soal martabat kita sebagai manusia,” katanya penuh semangat, menggelorakan semangat warga yang hadir.
Sungai-sungai di Tegal dulu jernih, jadi tempat bermain anak-anak dan sumber kehidupan masyarakat.
Kini, aliran itu memanggul beban limbah dari rumah tangga, industri, hingga sampah dibuang sembarangan. Bukan lagi sekadar kotor, mengancam kesehatan, lingkungan, dan masa depan.
Dedy Yon melihat masalah ini bukan dengan mata birokrat, tapi dengan hati seorang warga.
Ia menjadikan RCU sebagai program prioritas dalam 100 hari kerja tanda bahwa isu lingkungan bukan untuk ditunda.
RCU bukan hanya soal simbolis. Usai membersihkan sungai, Wali Kota dan rombongan langsung meninjau titik genangan air di RT 04/03 dan RT 05/04, Jalan Kendari.

