TERBARU
Memuat berita terbaru...
IKLAN
News

Sedekah Sampah, Tukar Telur, Aksi Nyata Rakyat Tegal Jaga Bumi

×

Sedekah Sampah, Tukar Telur, Aksi Nyata Rakyat Tegal Jaga Bumi

Sebarkan artikel ini
Sedekah Sampah, Tukar Telur, Aksi Nyata Rakyat Tegal Jaga Bumi
IKLAN
Ukuran teks

Portal Pantura – Pagi itu, Alun-alun Hanggawana terlihat lebih ramai dari biasanya. Bukan karena konser musik atau pasar malam, melainkan karena gelaran unik bertajuk Golet Berkah Olih Sing Sampah disingkat G’BOSS.

Warga berbondong-bondong datang, bukan membawa uang, melainkan botol plastik bekas.

Lima botol ditukar satu kilogram telur ayam. Tampak sederhana, tapi memiliki makna yang luar biasa menyelamatkan lingkungan sekaligus menebar kebaikan.

iklan

Di tengah keramaian, seorang ibu paruh baya dengan kantong keresek penuh botol tersenyum lebar saat menerima sekilo telur.

“Anak-anak saya suka makan telur, saya juga senang bisa ikut jaga lingkungan,” ujarnya dengan bangga.

Inisiatif ini digagas oleh Yayasan Rumah Pelopor Kepedulian Nusantara (RUKUN), memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia dan Hari Jadi ke-424 Kabupaten Tegal.

Lewat G’BOSS, RUKUN mengajarkan satu hal penting: bahwa sampah bukan akhir dari segalanya. Ia bisa menjadi awal dari perubahan.

Ketua Yayasan RUKUN, Budi Hermanto, percaya bahwa perubahan besar selalu dimulai dari rumah.

“Kami ingin masyarakat sadar bahwa sampah yang mereka hasilkan setiap hari diolah. Kami ajak mereka belajar, berbagi, dan bergerak bersama,” kata Budi.

Tak hanya sekadar tukar sampah dan telur, acara ini juga diramaikan edukasi pengelolaan sampah rumah tangga, pameran hasil daur ulang, dan bazar murah.

Masyarakat diajak mengenal biopori, budidaya maggot, hingga pemilahan sampah organik dan anorganik.

Semua dikemas secara interaktif, menyenangkan, dan penuh semangat gotong royong.

Lebih dari sekadar edukasi, Budi dan timnya juga menyerukan Pemerintah Kabupaten Tegal serius menegakkan Perda Pengelolaan Sampah.

“Perda itu sudah ada, tinggal ditegakkan. Jangan sampai kerja keras masyarakat tidak diimbangi dengan ketegasan hukum,” tegasnya.

Untuk mendorong partisipasi warga dalam pengawasan, Yayasan RUKUN bahkan menyiapkan hadiah menarik bagi masyarakat mendokumentasikan aksi pembuang sampah sembarangan dan mengunggahnya ke media sosial, sembari menandai akun pemerintah dan yayasan.

Plt. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tegal, Edy Sucipto, turut hadir dan menyampaikan dukungan penuh terhadap kegiatan ini.

Ia mengakui pengelolaan sampah jauh lebih efektif jika dimulai sumbernya, yaitu rumah tangga.

“Kami sangat mendukung. Ini contoh nyata kolaborasi antara masyarakat dan pemerintah,” katanya.

Yang membuat kegiatan bermakna yaitu seluruh hasil Sedekah Sampah akan digunakan untuk membantu anak-anak yatim dan kegiatan sosial.

Sampah yang awalnya dianggap kotor dan tak berguna, kini menjadi bagian dari amal dan keberkahan.

Di tengah ancaman krisis iklim dan persoalan sampah makin menggunung, aksi kecil seperti ini menjadi cahaya harapan.

Dari Slawi, masyarakat menunjukkan bahwa perubahan tak butuh modal besar cukup kesadaran, kemauan, dan niat baik.

G’BOSS bukan hanya gerakan tukar sampah, melainkan gerakan menukar pola pikir.

Dari membuang, menjadi memilah. Dari merusak, menjadi menjaga. Dan dari acuh, menjadi peduli.***

 

Cahyo

Terbaru dari Cahyo