Portal Pantura – Suasana ceria dan penuh warna tampak memenuhi halaman TK Tunas Rimba Bumijawa, Kabupaten Tegal, pada Sabtu (25/04/2026).
Di tengah tawa anak-anak yang berlarian dengan busana adat dari berbagai daerah Indonesia, semangat
Hari Kartini terasa hidup bukan sekadar sebagai peringatan tahunan, tapi sebagai ruang pembelajaran nilai dan karakter sejak usia dini.
Peringatan Hari Kartini tahun 2026 ini menjadi istimewa karena mendapat dukungan Perhutani KPH Pekalongan Barat dan Pengurus Yayasan Taruna Rimba Perhutani (YTRP) Cabang Pekalongan Barat.
Kolaborasi ini menghadirkan suasana edukatif yang tidak hanya meriah, tetapi juga sarat makna bagi anak-anak, guru, dan orang tua yang hadir.
Di panggung sederhana yang dihias warna warni, satu per satu siswa menampilkan kemampuan mereka. Ada yang percaya diri melangkah dalam peragaan busana adat,
Ada yang dengan polos namun penuh semangat menyanyikan lagu perjuangan, dan ada pula yang tampil dalam pentas seni yang menggambarkan keceriaan masa kanak-kanak.
Di balik kemeriahan itu, terselip pesan penting yang ingin ditanamkan, Kartini bukan hanya sosok dalam buku sejarah, tapi simbol keberanian, pendidikan, dan perjuangan kesetaraan yang relevan hingga hari ini.
Administratur/Kepala KPH Pekalongan Barat yang juga Ketua Pengurus YTRP Cabang Pekalongan Barat, Maria Endah Ambarwati, menekankan bahwa momen seperti ini memiliki nilai lebih dari sekadar perayaan.
Ia menyampaikan bahwa anak-anak perlu dikenalkan pada sosok Kartini sebagai inspirasi untuk berani bermimpi dan belajar tanpa batas.
Nilai emansipasi, menurutnya, agar dapat ditanamkan secara sederhana melalui kegiatan yang dekat dengan dunia anak, seperti seni, budaya, dan permainan edukatif.
Kepala TK Tunas Rimba Bumijawa, Mega Pujiati, melihat kegiatan ini sebagai bentuk pembelajaran kontekstual yang sangat efektif.
Dukungan dari berbagai pihak, termasuk Perhutani dan YTRP, dianggap perkuat upaya sekolah dalam membangun karakter anak sejak dini, khususnya dalam hal percaya diri, kreativitas, dan kecintaan terhadap budaya bangsa.
Puncak acara ditutup penyerahan hadiah kepada pemenang lomba. Sorak-sorai kecil dan tepuk tangan spontan dari anak-anak mewarnai suasana, diikuti sesi foto bersama yang merekam kebahagiaan sederhana namun bermakna.
Lebih dari sekadar peringatan Hari Kartini, kegiatan ini menunjukkan bagaimana nilai-nilai sejarah dapat dihidupkan kembali melalui pendekatan yang hangat dan dekat dengan dunia anak.
Di Bumijawa, semangat Kartini tidak hanya dikenang, tetapi ditanamkan pelan-pelan tumbuh bersama generasi yang kelak akan melanjutkan cita-cita bangsa.***

