Idris, Kepala Divisi Pengelolaan Sumberdaya Terumbu Karang Yayasan TERANGI, menegaskan bahwa konservasi tidak bisa dilakukan sendiri.
“Dibutuhkan keterlibatan aktif masyarakat, khususnya generasi muda, untuk mengenal kekayaan hayati di sekitar mereka. Setiap observasi peserta berkontribusi pada data ilmiah yang mendukung upaya konservasi di masa depan,” ujar Idris.
Bagian dari Komitmen ESG Sharp Indonesia
Program ini merupakan implementasi strategi Environmental, Social, and Governance (ESG) Sharp Indonesia. Kegiatan ini selaras dengan empat tujuan dalam SDGs, yakni SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim), SDG 14 (Ekosistem Lautan), dan SDG 15 (Ekosistem Daratan).
Pandu Setio, PR & Brand Communication Head Department PT Sharp Electronics Indonesia, menyampaikan harapan besar dari program ini.
“Kami ingin membuka ruang bagi generasi muda untuk belajar langsung dari alam dan memahami bahwa setiap spesies memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan kehidupan,” kata Pandu.
Kompetisi Masih Berlangsung, Ada Hadiah untuk 6 Pemenang
Sharp Biodiversity Hunt 2026 bukan hanya kegiatan satu hari. Kompetisi ini masih terbuka hingga akhir Juni 2026.
Peserta masih bisa mengunggah hasil temuan mereka di iNaturalist. Pemenang ditentukan berdasarkan jumlah spesies yang berhasil ditemukan, didokumentasikan, dan terverifikasi.
Sharp Indonesia menyiapkan penghargaan khusus bagi satu pemenang utama dan lima pemenang lainnya.
Bagi Sharp Indonesia, program semacam ini bukan sekadar kegiatan sosial. Ini adalah investasi jangka panjang untuk masa depan bumi dan generasi yang akan mewarisinya.***

