Portal Pantura, Brebes – Karnaval Budaya dan Pembangunan tingkat Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes, Rabu (20/8/2025), berlangsung meriah. Berbagai penampilan kreatif ditunjukkan warga dari masing-masing desa. Namun, atraksi dari Desa Rajawetan berhasil menjadi pusat perhatian ribuan penonton yang memadati sepanjang rute karnaval.
Salah satu yang paling menyita perhatian adalah ogoh-ogoh berbentuk hanoman raksasa. Boneka berukuran besar itu diarak oleh belasan pemuda dengan iringan musik khas. Gerakannya yang dibuat seolah hidup membuat penonton berdecak kagum. Tak sedikit warga yang mengabadikan momen tersebut menggunakan ponsel mereka.
Selain hanoman, Desa Rajawetan juga menampilkan ogoh-ogoh berbentuk kelelawar raksasa. Kehadiran simbol ini menambah semarak karnaval. Banyak penonton berkomentar bahwa kreasi tersebut tidak hanya unik, tetapi juga membawa suasana berbeda di antara rombongan peserta lain.
Tarian Luwes dan Simbol Hasil Bumi
Baca Juga:
A High-Tech, Quiet Luxury MPV from China
❯

Tak hanya mengandalkan ogoh-ogoh, warga Rajawetan juga menampilkan tarian tradisional. Para penari dengan busana warna-warni menari luwes di depan panggung kehormatan. Gerakan penuh ekspresi itu disambut tepuk tangan meriah para tamu undangan maupun warga sekitar.
Kejutan lain datang dari replika durian raksasa yang ikut ditampilkan dalam arak-arakan. Durian dipilih karena menjadi salah satu hasil bumi unggulan Desa Rajawetan. Kehadirannya sekaligus menjadi simbol kekayaan alam yang dimiliki desa tersebut.
Promosi Desa Lewat Karnaval
Kepala Desa Rajawetan, Suparjo, menegaskan bahwa keikutsertaan dalam karnaval ini bukan sekadar hiburan. Menurutnya, ini juga bagian dari upaya memperkenalkan potensi desa.
“Melalui karnaval, kami ingin menunjukkan apa yang dimiliki Rajawetan. Baik budaya, hasil bumi, maupun kreativitas warga,” ujar Suparjo saat ditemui di lokasi acara.
Ia menambahkan, keterlibatan masyarakat dalam karnaval juga menjadi wujud kecintaan terhadap tanah air. “Ini bentuk rasa syukur dan cinta kami kepada Indonesia, sekaligus mempererat kebersamaan warga,” tambahnya.
Karnaval Tonjong Jadi Ajang Kreativitas
Karnaval Budaya dan Pembangunan Tonjong 2025 sendiri diikuti puluhan peserta dari berbagai desa, sekolah, hingga komunitas. Acara ini digelar setiap tahun sebagai bagian dari peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Tahun ini, panitia mengusung tema “Kebersamaan dan Kreativitas untuk Kemajuan Desa”. Setiap peserta ditantang menampilkan karya yang mencerminkan budaya sekaligus potensi lokal. Tak heran, penonton disuguhi beragam atraksi, mulai dari kesenian tradisional, kendaraan hias, hingga replika hasil pertanian.
Antusiasme warga terlihat sejak pagi hari. Sepanjang jalan utama Tonjong dipadati masyarakat yang ingin menyaksikan kemeriahan. Panitia bersama aparat kepolisian juga menyiapkan rekayasa lalu lintas agar arus kendaraan tetap terkendali.
Diharapkan Jadi Magnet Wisata
Dengan penampilan spektakuler seperti yang ditunjukkan Desa Rajawetan, banyak pihak berharap karnaval Tonjong dapat terus berkembang. Selain menjadi ajang silaturahmi antarwarga, acara ini juga berpotensi menjadi daya tarik wisata budaya di Brebes bagian selatan.
“Kalau setiap desa bisa menampilkan ciri khasnya, tentu akan semakin menarik. Ini bisa jadi kalender tahunan yang dinantikan wisatawan,” kata salah satu penonton, Siti, warga asal Bumiayu.
Penampilan ogoh-ogoh, tari tradisional, hingga replika hasil bumi dari Rajawetan memberi warna berbeda pada perayaan tahun ini. Tak hanya menghibur, tetapi juga memperlihatkan kekayaan budaya lokal yang patut dibanggakan.***

