Ahmad Luthfi memasang target tegas: penanganan darurat harus selesai sebelum arus balik Lebaran. Tidak boleh ada warga yang masih terdampak saat Idulfitri tiba.
“Saya minta harus selesai cepat. Masyarakat tidak boleh terdampak. Ini panggilan jiwa, pejabat harus hadir dan ngopeni rakyatnya,” tegasnya.
Normalisasi Sungai Disiapkan sebagai Solusi Permanen
Penanganan darurat hanya langkah awal. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama pemerintah pusat telah menyiapkan anggaran untuk normalisasi Sungai Bremi secara menyeluruh.
Normalisasi akan dimulai dari arah muara sungai.
“Ini solusi permanen untuk mengurangi risiko banjir di Pekalongan,” jelas Ahmad Luthfi.
Selain normalisasi sungai, perbaikan ruas jalan Randujajar juga masuk dalam agenda. Pekerjaan itu akan dilakukan secara kolaboratif antara Pemkab dan Pemkot Pekalongan.
Bantuan Rp 134 Juta Disalurkan ke Warga Terdampak
Pemprov Jawa Tengah tak hanya hadir secara fisik. Bantuan senilai Rp 134.905.150 telah disalurkan kepada masyarakat terdampak.
Bantuan mencakup logistik makanan dan non-makanan, beras, obat-obatan, hingga perlengkapan sekolah. Distribusi dilakukan melalui pemerintah kelurahan, termasuk untuk mendukung kelompok usaha bersama (KUBE) dan pemenuhan kebutuhan dasar warga.
Warga dan Aparat Bahu-Membahu
Di tingkat kelurahan, penanganan terus berjalan. Lurah Pasirkratonkramat, Dwi Indah Widiastuti, membenarkan air sudah mulai masuk ke rumah-rumah warga.
Namun ia memastikan respons di lapangan tidak berhenti.

