Pelaporan masalah dapat disampaikan langsung melalui forum desa. Kolaborasi multipihak menjadi kunci sukses proyek ini.
BBWS Pemali Juana bertindak sebagai koordinator teknis, dengan dukungan dari PPK Irigasi Rawa 1, aparat TNI/Polri untuk keamanan, serta partisipasi aktif kepala desa dan tokoh masyarakat di wilayah terdampak, seperti Danawari, Kajen, dan Lebaksiu Lor.
Manfaat ekonomi dirasakan langsung oleh warga. Selama pelaksanaan proyek, tenaga kerja lokal yang diberdayakan membuka lapangan kerja sementara dan menggerakkan ekonomi desa.
Rehabilitasi jaringan irigasi Kabupaten Tegal bukan hanya sekadar proyek akan infrastruktur.
Ia adalah upaya membangun ketahanan pangan, memperkuat perlindungan dari bencana, dan menjalin keterlibatan aktif masyarakat dalam pembangunan.
Bahkan pada Selasa 27 Mei 2025 telah diadakan sosialisasi dilokasi Bendungan Danawarih Balapulang Tegal bersama seluruh masyarakat mewujudkan mimpi Tegal bebas banjir dan meningkatnya produksi pertanian.
Pendekatan transparan, kolaboratif, dan berbasis kebutuhan lokal ini diharapkan menjadi contoh terhadap pembangunan infrastruktur berkelanjutan di berbagai daerah lain di Indonesia.***
Tim Redaksi
