Portal Pantura - Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) kini mulai melaksanakan rehabilitasi jaringan irigasi di Kabupaten Tegal bagian dari program strategis nasional. Langkah ini tak hanya ditujukan untuk meningkatkan produktivitas pertanian, tetapi juga untuk mengatasi persoalan banjir yang kerap melanda wilayah pesisir utara (pantura) Jawa Tengah, khususnya Tegal. Dengan anggaran sebesar Rp85 miliar, proyek ini mencakup perbaikan saluran primer sepanjang 8,91 km dan saluran sekunder sepanjang 102,75 km. Target utama meningkatkan Indeks Pertanaman (IP) padi, mendongkrak produksi gabah kering panen (GKP). Hasil ini diyakini dapat memperkuat ketahanan pangan lokal sekaligus nasional. Selain berdampak di sektor pertanian, proyek ini juga berperan penting dalam mengendalikan banjir kiriman dari daerah hulu. Optimalisasi sistem irigasi diharapkan mampu mengurangi genangan kawasan pantura, selama ini menjadi langganan banjir musiman. Proyek ini dijalankan secara transparan dan partisipatif. Proses pengadaan akan barang dan jasa mengikuti Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2021. Skema anggaran dipublikasikan secara terbuka, dan pengawasan dilakukan bersama oleh masyarakat, aparat desa, dan tokoh lingkungan. Pelaporan masalah dapat disampaikan langsung melalui forum desa. Kolaborasi multipihak menjadi kunci sukses proyek ini. BBWS Pemali Juana bertindak sebagai koordinator teknis, dengan dukungan dari PPK Irigasi Rawa 1, aparat TNI/Polri untuk keamanan, serta partisipasi aktif kepala desa dan tokoh masyarakat di wilayah terdampak, seperti Danawari, Kajen, dan Lebaksiu Lor. Manfaat ekonomi dirasakan langsung oleh warga. Selama pelaksanaan proyek, tenaga kerja lokal yang diberdayakan membuka lapangan kerja sementara dan menggerakkan ekonomi desa. Rehabilitasi jaringan irigasi Kabupaten Tegal bukan hanya sekadar proyek akan infrastruktur. Ia adalah upaya membangun ketahanan pangan, memperkuat perlindungan dari bencana, dan menjalin keterlibatan aktif masyarakat dalam pembangunan. Bahkan pada Selasa 27 Mei 2025 telah diadakan sosialisasi dilokasi Bendungan Danawarih Balapulang Tegal bersama seluruh masyarakat mewujudkan mimpi Tegal bebas banjir dan meningkatnya produksi pertanian. Pendekatan transparan, kolaboratif, dan berbasis kebutuhan lokal ini diharapkan menjadi contoh terhadap pembangunan infrastruktur berkelanjutan di berbagai daerah lain di Indonesia.***