Portal Pantura, Brebes – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-127 yang digelar Kodim 0713/Brebes di Desa Cikuya, Kecamatan Banjarharjo, Kabupaten Brebes, tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur. Kegiatan yang berlangsung bertepatan dengan bulan Ramadan ini turut menggerakkan roda perekonomian warga, khususnya pelaku usaha kecil.
Salah satu warga yang merasakan dampak langsung adalah Saonah (50), pedagang takjil dan es kelapa muda di Desa Cikuya. Sejak kehadiran personel Satgas TMMD di wilayahnya, penjualan dagangannya meningkat signifikan, terutama menjelang waktu berbuka puasa.
Setiap sore, lapak sederhana milik Saonah tampak lebih ramai dari biasanya. Sejumlah anggota Satgas yang tengah menjalankan pekerjaan fisik pembangunan jalan kerap mampir untuk membeli es kelapa muda dan aneka es buah sebagai menu berbuka.
“Alhamdulillah, sejak ada kegiatan TMMD, jualan saya lebih ramai. Banyak bapak-bapak tentara yang beli untuk buka puasa,” ujar Saonah saat ditemui di sela-sela melayani pembeli, Kamis (26/02/2026).
Menurutnya, peningkatan omzet tersebut menjadi berkah tersendiri di bulan suci. Selain membantu memenuhi kebutuhan harian, tambahan penghasilan itu juga meringankan beban keluarga menjelang Hari Raya Idul Fitri.
Program TMMD Reguler ke-127 di Desa Cikuya difokuskan pada pembangunan dan peningkatan akses jalan desa. Infrastruktur tersebut diharapkan dapat memperlancar mobilitas warga serta distribusi hasil pertanian dan aktivitas ekonomi lainnya dalam jangka panjang.
Namun di balik pembangunan fisik yang tengah berjalan, geliat ekonomi mikro justru sudah terasa sejak awal pelaksanaan kegiatan. Kehadiran puluhan personel TNI yang berinteraksi langsung dengan masyarakat menciptakan perputaran uang di lingkungan sekitar lokasi proyek.
Fenomena ini menunjukkan adanya dampak berganda (multiplier effect) dari program TMMD. Selain manfaat jangka panjang berupa akses transportasi yang lebih baik, dampak jangka pendek juga dirasakan melalui peningkatan konsumsi di tingkat lokal.
Tidak hanya Saonah, sejumlah pedagang makanan ringan dan warung kelontong di sekitar lokasi kegiatan juga mengaku mengalami peningkatan jumlah pembeli. Momentum Ramadan turut memperkuat aktivitas ekonomi tersebut, mengingat kebutuhan konsumsi masyarakat meningkat selama bulan puasa.
Interaksi antara Satgas TMMD dan warga pun terjalin secara hangat. Di sela-sela aktivitas pembangunan, anggota Satgas kerap berbincang santai dengan pedagang maupun warga setempat. Suasana kekeluargaan terasa kental, mencerminkan kemanunggalan TNI dengan rakyat sebagaimana menjadi semangat utama program TMMD.
Bagi masyarakat Desa Cikuya, pembangunan jalan bukan sekadar proyek infrastruktur. Lebih dari itu, kehadiran negara melalui program TMMD menghadirkan rasa diperhatikan dan dilibatkan dalam proses pembangunan.
Kepala desa setempat menyampaikan apresiasi atas dampak positif yang dirasakan warganya. Ia berharap akses jalan yang sedang dibangun dapat membuka peluang ekonomi yang lebih luas ke depan, termasuk memperlancar distribusi hasil pertanian dan memudahkan akses pendidikan serta layanan kesehatan.
Dengan demikian, pelaksanaan TMMD Reguler ke-127 di Desa Cikuya tidak hanya meninggalkan jejak berupa beton dan aspal, tetapi juga cerita tentang meningkatnya pendapatan pedagang kecil di tengah bulan Ramadan. Senyum para pelaku usaha mikro menjadi bukti bahwa pembangunan yang menyentuh desa mampu memberikan manfaat nyata, baik secara fisik maupun sosial ekonomi.***

