Herkusnadi juga mengimbau seluruh pengelola lembaga untuk tertib menyusun dan memperbarui data secara berkala.
Langkah digitalisasi ini mendapat apresiasi penuh dari Kepala Dindikpora Kabupaten Brebes, Sutaryono, S.H.
Sutaryono menilai kehadiran SITAKA-PITA sangat ampuh dalam menjawab berbagai tantangan administrasi yang selama ini dinilai kurang efektif.
Proses pelaporan konvensional dinilai perlu segera ditinggalkan agar pengolahan data pendidikan dapat diakses jauh lebih cepat.
“SITAKA-PITA diharapkan dapat menjawab berbagai persoalan tata kelola, terutama dalam penyampaian laporan dan pengelolaan data yang sebelumnya masih dilakukan secara konvensional,” kata Sutaryono.
Namun, ia mengingatkan agar inovasi ini terus dijalankan secara konsisten dan tidak berhenti pada seremonial peluncuran semata.
Keberhasilan platform digital ini sangat bergantung pada komitmen para pengelola SKB dan PKBM dalam menginput data secara nyata.
“Harapan saya, SITAKA-PITA ini tidak hanya menjadi seremoni saat diluncurkan. Keberlangsungan dan implementasinya harus benar-benar dijalankan. Platform digital ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya sebagai salah satu tolok ukur untuk melihat capaian dan kondisi pendidikan kesetaraan di Kabupaten Brebes,” tegasnya.
Ia mengajak seluruh pihak memanfaatkan sistem ini untuk mempermudah operasional lembaga tanpa mengabaikan prosedur yang berlaku.
Implementasi SITAKA-PITA pun resmi dibuka langsung oleh Sutaryono pada Kamis, 15 Oktober 2026, sebagai tanda dimulainya era baru digitalisasi pendidikan.

