Portalpantura.com, Tegal – Arsip itu bukan cuma tumpukan kertas usang nganggur di lemari kantor.
Buat seorang Wakil Bupati Tegal, Ahmad Kholid, arsip adalah bukti hidup, saksi sejarah, dan identitas yang harus dijaga bareng-bareng.
Hal ini ia sampaikan saat membuka acara Pembinaan Kearsipan di Ruang Rapat Bupati Tegal, Rabu (30/04/2025) lalu.
Pesertanya beragam, mulai dari BUMD, organisasi politik, ormas, perusahaan swasta. Total ada 53 perwakilan yang ikut.
Wabup Kholid menyoroti pentingnya arsip sebagai penanda keberadaan akan sebuah entitas sepertihal perusahaan , organisasi, bahkan budaya.
Selain itu, Ia menyayangkan minimnya dokumentasi soal teh Tegal dan tradisi moci, padahal dua hal itu udah jadi ikon banget buat daerah ini.
“Sekarang mungkin kita nganggep arsip itu biasa aja. Tapi suatu saat nanti, itu jadi bukti sejarah yang nggak ternilai. Yuk, kita rawat sama-sama,” ajaknya.
Bahkan ia juga menyoroti tantangan klasik seperti kurangnya SDM yang paham kearsipan, minimnya teknologi, dan kurangnya pelatihan.
Disisilain, Plt Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, Nuzmatun Malinah, ikut memperkuat pesan Wakil Bupati Tegal.
Menurutnya, arsip itu sangat penting buat mengatur satu administrasi, jadi sumber informasi, bahkan bantu ambil keputusan strategis di institusi.
Tim Redaksi
